SR dan Sekolah Umum Kalteng Tak Terapkan Daring

  • 09 Apr 2026 18:59 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Rencana pemerintah menerapkan pembelajaran dalam jaringan atau daring untuk semua sekolah sebagai tindak lanjut penghematan bahan bakar minyak bagi tenaga pengajar, nampaknya tidak akan dilaksanakan, Tidak terkecuali di Sekolah Rakyat.

Program Sekolah Rakyat di Palangka Raya tidak menerapkan sistem pembelajaran daring. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah dan pusat yang menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara tatap muka atau luring.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Aprae Vico Ranan kepada RRI, menegaskan bahwa tidak ada penerapan pembelajaran jarak jauh di sekolah dan semua tenaga pengajar di sekolah rakyat harus memberikan kontribusinya secara langsung agar 3 dapat berjalan dengan optimal.

‎"Jadi saya berharap teman-teman yang kami tugaskan ke sekolah rakyat, dapat secara maksimal untuk melakukan tugas-tugasnya karena antara sekolah rakyat dan sekolah negeri ini kan tugasnya paling melengkapi.

Jadi dengan harapan, pada akhirnya anak-anak di kota Palangka Raya, secara khusus itu mendapatkan pendidikan yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya," ucapnya, Rabu 8 April 2026.

‎‎Sementara itu, di tempat terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Reza Prabowo, menanggapi pembelajaran daring secara nasional dengan menegaskan kebijakan pendidikan di Kalimantan Tengah tetap mengacu pada arahan Gubernur Agustin Sabran.

‎Reza Prabowo menegaskan, bahwa tidak ada pengurangan jam belajar di sekolah. Sebaliknya, kegiatan pembelajaran justru akan ditingkatkan, termasuk melalui penguatan kegiatan ekstra kulikuler yang perlu dimasifkan.

‎"Seluruh warga sekolah untuk tetap mentaati kebijakan yang telah ditetapkan. Dengan kondisi keuangan daerah yang dinilai cukup baik, alokasi anggaran pendidikan diyakini mampu mendukung kebutuhan sekolah serta menjamin hak-hak siswa dan tenaga pendidik tetap terpenuhi," ucapnya.

‎Secara nasional, pemerintah pada awal April 2026 juga diketahui telah membatalkan rencana pembelajaran daring dan kembali memprioritaskan tatap muka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....