Tingkatan Zikir Menunjukkan Kedalaman Keikhlasan Seorang Hamba
- 09 Apr 2026 13:39 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Setiap umat beragama selalu dianjurkan untuk mengingat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ajaran Islam, anjuran tersebut dapat dilakukan melalui amalan berdzikir sebagai bentuk kedekatan kepada Allah.
Ustaz MUI Provinsi Kalimantan Tengah, Abdul Mukti, mengatakan bahwa berzikir terdiri dari beberapa tingkatan yang berbeda. Setiap tingkatan ini menunjukkan level keikhlasan seseorang dalam menjalankan ibadah kepada Tuhan.
"Pertama, zikir dengan lisan saja, yang kedua, zikir hati bersama secara dipaksa. Tingkat ketiga, zikir dengan hati secara alami dan kehadirannya bersama lisan tanpa dipaksakan, sedangkan tingkat keempat, zikir yang diucapkan atas hati," katanya, saat mengisi program Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Palangka Raya, Rabu, 8 April 2026.
Lebih lanjut, Ustaz Abdul Mukti menjelaskan bahwa zikir yang hanya dilakukan dengan lisan atau dengan memaksakan hati dinilai memiliki manfaat yang terbatas. Hal ini berbeda dengan zikir yang dilakukan secara tulus dari hati yang memberikan dampak lebih besar dalam kehidupan spiritual seseorang.
"Tingkat pertama, sedikit manfaatnya dan lemah pengaruhnya, maksudnya zikir dengan lisan disertai dengan kelalaian hati sedikit faedah dan manfaatnya. Akan tetapi, zikir semacam itu lebih baik daripada tidak berzikir sama sekali," katanya.
Ia menambahkan bahwa seseorang yang mulai berzikir dengan lisan sebaiknya berusaha menghadirkan hati secara bertahap. Dengan latihan yang terus-menerus, hati akan merasakan kenikmatan zikir dan semakin terbiasa untuk mengingat Tuhan dengan penuh kesadaran.
Sebagai penutup, ia mengajak umat untuk tidak berhenti pada tahap awal dalam berzikir. Dengan kesungguhan dan konsistensi, kualitas zikir dapat meningkat hingga mencapai keikhlasan yang lebih dalam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....