Pantang dan Puasa Bangun Pertobatan dan Solidaritas Umat Kristiani

  • 05 Apr 2026 20:30 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Momen Pra Paskah hingga perayaan Hari Suci Paskah menjadi waktu yang bermakna bagi umat Kristen dan Katolik. Periode ini memberikan kesempatan untuk melakukan pertobatan dan memperbaiki diri secara rohani maupun sosial.

Vikaris Jenderal Keuskupan Kota Palangka Raya, Romo Silvanus Subandi, mengatakan upaya perbaikan diri salah satunya dilakukan melalui tradisi pantang dan puasa sejak masa Pra Paskah. Praktik ini bukan sekadar ritual, tetapi menjadi sarana membentuk pola hidup yang lebih baik.

"Jadi, pantang dan puasa itu sebagai wujud pertobatan. Niat kita mau bertobat merubah pola hidup kita. Lalu kedua membangun semangat solidaritas kita, solider terhadap saudara-saudari kita yang lemah dan menderita. Nah, itu kita merasakan haus dan lapar, dengan itu kita ingat juga akan saudara-saudari kita yang berkekurangan," katanya, saat menjadi narasumber program Dialog Kalteng Menyapa di Pro 1 RRI Palangka Raya, Kamis, 2 April 2026.

Sementara itu, Pembina Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah, Sandra Mariyus Adipa, mengatakan momen Pra Paskah juga menjadi kesempatan untuk melatih kepedulian sosial umat. Ia menekankan pentingnya mengelola pengorbanan selama puasa menjadi tindakan nyata bagi sesama.

"Jadi anggapannya puasa makannya tiga kali jadi satu kali. Lalu bagaimana dengan yang dua kalinya, dari yang dua kali itu anggarannya kan bisa disisihkan. Satu untuk kegiatan aksi sosial di gereja juga satu kegiatan aksi pribadi, misalnya kita memberikan sembako," katanya.

Dana yang dihimpun dari aksi pantang dan puasa tersebut biasanya dikumpulkan melalui program gereja, seperti aksi puasa dan pembangunan. Selanjutnya, dana itu dikelola untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk korban bencana alam maupun mereka yang mengalami kesulitan hidup.

Melalui rangkaian ibadah dan aksi sosial ini, umat diajak untuk terus menghidupi ajaran kasih dalam kehidupan sehari-hari. Semangat berbagi dan peduli diharapkan tidak berhenti saat Paskah, tetapi menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....