Decluttering, Solusi Ruang Rapi dan Kesehatan Mental yang Lebih Stabil
- 31 Mar 2026 09:18 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kesadaran menjaga lingkungan kini semakin berkembang, terutama di kalangan anak muda. Salah satu langkah nyata untuk mengurangi sampah misalnya, generasi muda mulai paham penerapan decluttering pada kehidupan sehari-hari.
Decluttreing adalah proses menyortir dan mengurangi barang yang sudah tidak dibutuhkan agar ruang menjadi lebih rapi dan fungsional. Kebiasaan ini membantu menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman.
Menyimpan terlalu banyak barang yang jarang digunakan dapat membuat ruangan terasa penuh. Kondisi ini juga memengaruhi suasana hati dan membuat pikiran terasa sempit.
Lingkungan yang berantakan seringkali membuat aktivitas menjadi kurang efisien. Hal sederhana seperti mencari barang bisa memakan waktu lebih lama dari seharusnya.
Lebih jauh, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Social Psychology Bulletin pada tahun 2010 juga mengungkapkan efek dari lingkungan yang berantakan. Individu yang tinggal di lingkungan berantakan dijelaskan memiliki kadar kortisol (hormon stres) yang lebih tinggi sepanjang hari.
Temuan di atas juga diperkuat oleh studi tentang kemampuan otak untuk berkonsentrasi dari Princeton University Neuroscience Institute tahun 2011. Kekacauan visual atau pemandangan yang tidak apik di sekitar kita akan membatasi kemampuan otak untuk fokus dan memproses informasi secara efektif.
Maka dari itu, mulai lah decluttering secara bertahap dari area kecil seperti meja kerja atau lemari. Barang yang sudah tidak digunakan sebaiknya dipilah untuk disimpan, didonasikan, atau dibuang.
Ruang yang lebih rapi membantu menciptakan suasana yang lebih tenang. Aktivitas sehari-hari pun terasa lebih ringan dan terarah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....