Membersihkan Hati Kunci Kesabaran Hadapi Ujian Hidup

  • 30 Mar 2026 21:26 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Umat Muslim dianjurkan untuk membersihkan hati dari berbagai energi buruk yang dapat membawa kerugian. Kerugian ini tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga bisa merugikan orang lain di sekitarnya.

Narasumber program Mutiara Pagi di RRI Palangka Raya, Muhammad Ansori, mengatakan salah satu tanda hati yang tidak bersih adalah sering mengeluh. Sikap ini juga ditandai dengan mudah marah ketika menghadapi takdir atau ujian yang penuh ketidaknyamanan.

"Ada di antara kita yang sangat mudah marah, sangat tidak sabar, kurang tawakalnya. Ini menunjukkan lemahnya iman terhadap yang namanya takdir. Tatkala datang perkara yang genting, maka terlihat dia seperti anak kecil yang tidak sabar dan mudah marah," katanya, Senin, 30 Maret 2026.

Ustaz Ansori menambahkan, seseorang yang rajin beribadah belum tentu memiliki hati yang bersih. Bahkan, orang dengan pengetahuan agama yang luas pun masih bisa lemah dalam mengelola amalan hati.

"Ini berarti menunjukkan bahwasanya lemah amalan hatinya meskipun ilmunya tinggi, meskipun amalannya banyak ya, akan tetapi ia adalah orang yang awam dalam masalah hati. Bahkan bisa jadi banyak orang awam yang jauh lebih baik hatinya, dibandingkan orang yang rajin beribadah dan berilmu tinggi," katanya.

Ia menjelaskan, amalan hati seperti sabar, tawakal, dan ikhlas merupakan inti dari keimanan yang harus terus dilatih. Tanpa kekuatan hati, seseorang akan mudah goyah saat menghadapi tekanan hidup dan ujian yang datang.

Karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk tidak hanya fokus pada ibadah lahiriah, tetapi juga memperbaiki kondisi batin. Dengan hati yang bersih dan kuat, seseorang akan lebih tenang, sabar, serta mampu menerima takdir dengan penuh keikhlasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....