Filosofi Dayak Ajarkan Keseimbangan Alam dan Kehidupan Berkelanjutan
- 29 Mar 2026 17:27 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Menjaga kesehatan lingkungan tidak hanya berasal dari kepedulian dalam diri, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai kearifan lokal. Di Kalimantan Tengah, budaya Dayak mengajarkan berbagai nilai filosofis yang mendorong upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Kasubag TU UPTD Pengelolaan Sampah Terpadu, Maria Edi Jatiwirawati, mengatakan budaya Dayak mengajarkan keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritual. Alam tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga harus dijaga sebagai bagian penting dari kehidupan.
"Jadi kalau saya melihat budaya Dayak ini mempunyai filosofi yang kuat dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritual atau roh leluhur. Jadi, alam ini dipandang bukan hanya sebagai tempat hidup, tapi juga warisan dari leluhur untuk generasi sekarang maupun generasi yang akan datang," katanya, saat mengisi program Apresiasi Budaya di Pro 4 RRI Palangka Raya, Senin, 16 Maret 2026.
Maria menambahkan, nilai filosofi tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Alam harus dijaga kelestariannya agar generasi mendatang tetap dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan baik.
"Ini selaras juga sih dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, di mana kalau kita tahu pembangunan berbangkelanjutan itu untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tanpa mengorbankan generasi yang mendatang untuk memenuhi kebutuhannya," ujarnya.
Nilai-nilai ini mengajarkan pentingnya memanfaatkan sumber daya alam secara bijak tanpa merusaknya. Upaya menjaga hutan, air, tanah, dan udara menjadi tanggung jawab bersama agar keseimbangan alam tetap terjaga.
Dengan menjaga alam, manusia sejatinya juga menjaga keberlangsungan hidupnya sendiri. Filosofi ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan terhadap alam akan berdampak kembali pada kehidupan manusia di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....