Perayaan Minggu Palma di Katedral Santa Maria Palangka Raya Dipimpin Uskup
- 29 Mar 2026 15:17 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Ratusan umat Katolik dari berbagai lingkungan di Paroki Katedral Santa Maria, Palangka Raya, merayakan Minggu Palma dengan khidmat sebagai pembuka rangkaian Pekan Suci pada Minggu, 29 Maret 2026. Perayaan ini terasa sangat istimewa karena misa dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Palangka Raya, Mgr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, MSF. Kehadiran Uskup di tengah umat memberikan penguatan spiritual yang mendalam bagi jemaat yang bersiap memasuki misteri sengsara dan wafat Kristus.
Titik pusat kegiatan dimulai dari halaman Gedung Serba Guna (GSG) Katedral Palangka Raya pada pukul 07.00 WIB. Ratusan jemaat berkumpul dengan membawa daun palma masing-masing dari rumah untuk mengikuti prosesi perarakan menuju gedung utama gereja. Sambil melambaikan daun palma dan melantunkan madah pujian, umat berjalan perlahan mengikuti langkah Mgr. Aloysius, melambangkan perjalanan Yesus memasuki Yerusalem sebagai Raja Damai sebelum Ia dikhianati dan disalibkan.
Salah seorang umat yang hadir, Siska, mengungkapkan alasan pribadinya memilih mengikuti jadwal ibadah paling awal ini. "Ada beberapa pilihan jam untuk Minggu Palma tahun ini, tapi saya memilih jam 7 pagi karena saya rasa lebih khidmat dan biasanya misa pagi dipimpin langsung oleh uskup ," ujar Siska.
| Baca juga: Ziarah Makam Malam Paskah Mendoakan Arwah |
Baginya, suasana pagi yang tenang ditambah dengan kepemimpinan langsung dari Bapak Uskup membuat penghayatan imannya terasa lebih personal dan menyentuh.
Daun palma yang telah dibawa oleh umat selanjutnya, diberkati oleh Mgr. Aloysius menggunakan percikan air suci. Dalam tradisi Katolik, daun palma yang telah diberkati ini merupakan benda sakramental yang akan dipasang pada salib di rumah masing-masing sebagai pengingat akan kemenangan iman. Hal ini menjadi salah satu keunikan yang membedakan Katolik dengan denominasi Kristen lainnya, di mana daun tersebut nantinya akan dikumpulkan kembali tahun depan untuk dibakar menjadi abu Rabu Abu.
Ada pemandangan berbeda di dalam interior Katedral Santa Maria mulai hari ini, di mana seluruh patung orang kudus dan salib ditutup dengan kain berwarna ungu. Tradisi ini dikenal sebagai Velatio, yang melambangkan masa berkabung dan "puasa mata" bagi umat Katolik. Penutupan patung ini bertujuan agar perhatian umat tidak teralihkan oleh keindahan dekorasi atau devosi kepada orang kudus, melainkan fokus sepenuhnya pada penderitaan Yesus yang sedang dipersiapkan melalui rangkaian liturgi Pekan Suci.
Kain ungu yang menyelimuti patung-patung ini juga merupakan simbol kerendahan hati dan pertobatan. Gereja ingin menekankan bahwa tanpa pengorbanan Kristus di kayu salib. Seluruh kain penutup ini baru akan dibuka kembali secara serentak pada malam Vigili Paskah, saat Gereja bersukacita merayakan kebangkitan Tuhan yang menghalau kegelapan dosa.
Dalam perayaan Minggu Palma Katolik dilakukan juga penyampaian Kisah Sengsara Yesus (Passio) secara lengkap dalam Misa. Biasanya kisah sengsara ini disampaikan dengan nada khusus atau dinyanyikan sesuai tradisi gereja dan membuatnya terkesan lebih khidmat.
Melalui perayaan Minggu Palma ini diharapkan semakin meneguhkan iman umat Katolik di Palangkaraya dalam menghayati makna pengorbanan dan kasih Kristus secara lebih mendalam. Melalui rangkaian Pekan Suci yang akan dijalani, umat diajak untuk tidak hanya mengenang, tetapi juga menghidupi nilai-nilai kerendahan hati, pengampunan, dan pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....