Pengobatan Tradisional Tokek, Antara Kepercayaan dan Fakta Medis

  • 28 Mar 2026 18:04 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemanfaatan tokek sebagai bahan pengobatan tradisional untuk penyakit berat telah lama berkembang di sejumlah masyarakat. Tokek dipercaya memiliki khasiat tertentu yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh hingga mengatasi penyakit serius, meski klaim ini masih menjadi perdebatan di kalangan medis.

Dalam praktik tradisional, tokek biasanya dikeringkan atau diolah menjadi ramuan tertentu. Sebagian orang meyakini kandungan protein dan senyawa alami di dalam tubuh tokek dapat membantu proses pemulihan kesehatan, terutama bagi penderita penyakit kronis.

Beberapa klaim bahkan menyebutkan bahwa tokek dapat membantu pengobatan penyakit seperti kanker dan gangguan pernapasan. Namun hingga kini, belum ada bukti ilmiah kuat yang mendukung efektivitas tokek dalam menyembuhkan penyakit-penyakit tersebut secara medis.

Para ahli kesehatan menegaskan bahwa pengobatan penyakit berat memerlukan penanganan yang tepat dan berbasis medis. Mengandalkan bahan tradisional tanpa pengawasan dapat berisiko, apalagi jika membuat pasien menunda pengobatan utama yang telah terbukti secara ilmiah.

Selain itu, penggunaan tokek sebagai obat juga menimbulkan kekhawatiran dari sisi keamanan. Proses pengolahan yang tidak higienis berpotensi membawa bakteri atau parasit yang justru dapat membahayakan kesehatan manusia.

Dari sisi lingkungan, perburuan tokek secara berlebihan untuk kebutuhan pengobatan tradisional juga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Tokek memiliki peran penting dalam mengendalikan populasi serangga di alam.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam memilih pengobatan, terutama untuk penyakit berat. Konsultasi dengan tenaga medis tetap menjadi langkah utama, sementara penggunaan bahan tradisional seperti tokek sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya metode penyembuhan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....