Puasa Syawal Bukti Kedisiplinan Beribadah usai Ramadan
- 28 Mar 2026 06:43 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Puasa Syawal menjadi salah satu ibadah sunah yang dianjurkan bagi umat Islam setelah bulan Ramadan. Ibadah puasa ini dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal sebagai bentuk penyempurna amalan Ramadan.
Wakil Direktur Wilayah Lembaga Dakwah dan Syiar Islam BKPRMI Kalimantan Tengah, Ustaz Marjuki, mengatakan umat Muslim yang menjalankan puasa sunah di bulan Syawal akan memperoleh pahala istimewa. Hal ini sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad SAW yang mendorong umatnya untuk melanjutkan ibadah setelah Ramadan.
"Salah satu amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW di bulan Syawal adalah puasa 6 hari. Sebagaimana hadis Nabi mengatakan barang siapa berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan 6 hari di bulan Syawal, maka seperti berpuasa sepanjang tahun," katanya, saat mengisi program Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Palangka Raya, Kamis, 26 Maret 2026.
Ustaz Marjuki menambahkan, umat Islam yang mampu menjalankan puasa sunah di bulan Syawal menunjukkan niat yang tulus dan ikhlas. Hal ini menjadi bukti kesungguhan dalam melanjutkan ibadah di bulan-bulan setelah Ramadan.
"Ini adalah bukti bahwa Islam mengajarkan kita untuk tidak berhenti setelah Ramadan, tetapi melanjutkan ibadah. Puasa Syawal juga melatih kita untuk tetap menjaga kedisiplinan dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT," katanya.
Selain itu, puasa Syawal juga menjadi sarana untuk menjaga konsistensi amal baik yang telah dibangun selama Ramadan. Dengan menjalankannya, umat Islam diharapkan tetap disiplin dan istikamah dalam beribadah sehari-hari.
Pada akhirnya, puasa Syawal tidak hanya bernilai pahala, tetapi juga membentuk karakter yang lebih baik bagi setiap Muslim. Ibadah ini menjadi pengingat agar semangat Ramadan terus terjaga sepanjang tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....