Menjaga Lisan sebagai Cerminan Akhlak Mulia dalam Membangun Kehidupan Islami
- 27 Mar 2026 11:01 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pentingnya menjaga lisan dalam kehidupan sehari-hari kembali menjadi sorotan dalam kajian bertema “Lisan dan Etika” yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Mazrur, M.Pd, dalam pemaparannya pada program mutiara pagi di Pro 1 RRI beberapa waktu lalu.
Ia menekankan bahwa lisan merupakan salah satu anugerah yang memiliki dampak besar, baik dalam membangun maupun merusak hubungan antarindividu di masyarakat.
Menurut Prof. Mazrur, apa yang diucapkan seseorang mencerminkan kepribadian dan kualitas dirinya. Lisan yang tidak terjaga dapat menimbulkan konflik, fitnah, bahkan perpecahan. Sebaliknya, ucapan yang baik, santun, dan penuh pertimbangan mampu menciptakan suasana yang damai dan harmonis di lingkungan sosial.
Beliau juga mengaitkan pentingnya menjaga lisan dengan firman Allah dalam Surah Qaf ayat 18, yang bermakna bahwa setiap ucapan yang keluar dari mulut manusia akan dicatat oleh malaikat.
Selain itu, dalam Surah Al-Hujurat ayat 12, umat diingatkan untuk menjauhi prasangka buruk, tidak mencari-cari kesalahan orang lain, serta tidak menggunjing (ghibah), yang semuanya berkaitan erat dengan penggunaan lisan yang tidak bijak.
Prof. Mazrur menjelaskan bahwa etika dalam berbicara tidak hanya soal berkata jujur, tetapi juga memperhatikan waktu, tempat, dan kondisi lawan bicara. Ia mengajak masyarakat untuk membiasakan diri berpikir sebelum berbicara agar setiap kata yang keluar tidak menyakiti orang lain, serta menghindari ujaran kebencian dan perkataan yang tidak bermanfaat.
Diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lisan sebagai bagian dari etika kehidupan. Dengan lisan yang terjaga, hubungan antarindividu dapat berjalan lebih baik, serta tercipta lingkungan yang penuh rasa hormat, saling menghargai, dan kedamaian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....