Tabayun Jadi Prinsip Penting dalam Etika Bermedia Sosial

  • 23 Mar 2026 21:47 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Dalam Islam, bukan hanya kehidupan sosial di dunia nyata yang diatur, tetapi juga etika dalam bermedia sosial. Terlebih di tengah banjir informasi saat ini, tanpa etika yang bijak, berbagai kerugian dapat dengan mudah terjadi.

Ustaz Mazrur dari MUI Provinsi Kalimantan Tengah mengatakan, salah satu prinsip etika dalam bermedia sosial menurut ajaran Islam yaitu menerapkan tabayyun. Prinsip ini merupakan usaha untuk mencari tahu kebenaran sebelum bersikap atau mengambil keputusan.

"Pertama adalah tabayun atau klarifikasi informasi. Apa yang kita terima, apa yang kita dengar, apa yang kita baca, tentu jangan langsung disebarkan berita tanpa memastikan kebenarannya," katanya, saat mengisi program Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Palangka Raya, Rabu, 18 Maret 2026.

Ustaz Mazrur menambahkan, jika prinsip tabayun diabaikan, maka setiap informasi yang disebarkan bisa berpotensi mencelakai orang lain. Hal ini dapat terjadi karena informasi yang belum tentu benar sudah terlanjur menyebar luas.

"Maka cek atau teliti dulu kebenarannya baru kita percayai. Sebab kalau kita sembarangan dalam menyampaikan berita, bisa saja akan mencelakakan orang lain karena kecerobohan kita, akhirnya adalah berujung pada penyesalan," katanya.

Karena itu, setiap individu diharapkan lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi di media digital. Sikap bijak dan teliti menjadi kunci agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain.

Dengan menerapkan tabayun, masyarakat dapat menjaga keharmonisan dan menghindari kesalahpahaman. Etika bermedia sosial yang baik juga akan menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....