MUI Kalteng: Menyampaikan Kritik di Media Sosial Harus Beretika

  • 23 Mar 2026 21:01 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Menyampaikan kritik termasuk salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama. Namun, kritik tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan harus memperhatikan etika, termasuk saat disampaikan di media sosial.

Ustaz Mazrur dari MUI Provinsi Kalimantan Tengah mengatakan, penyampaian kritik di media sosial harus dilakukan dengan sopan dan rendah hati. Hal ini penting agar pesan yang disampaikan tidak menimbulkan konflik baru di tengah masyarakat.

"Dalam konteks sekarang ini, lisan juga berarti jari-jari kita di media sosial. Maka saat melihat postingan yang kurang pantas, kurang bagus, maka bisa saja kita menyampaikan kritik secara membangun, jangan sampai menjatuhkan, apalagi merendahkan atau mempermalukan," katanya, saat mengisi program Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Palangka Raya, Rabu, 18 Maret 2026.

Ustaz Mazrur menambahkan, penyampaian kritik yang tidak memperhatikan etika hanya akan menyebabkan sakit hati dan berpotensi menimbulkan dosa. Oleh karena itu, setiap individu perlu berhati-hati dalam memilih kata saat memberikan tanggapan.

"Kritik yang menyakiti hati, merendahkan atau mempermalukan bisa menjadi ladang dosa bagi orang yang mengkritiknya. Meskipun isi yang disampaikan kadang benar, tapi kalau menggunakan bahasa-bahasa yang kasar, maka itu akan membuat permasalahan tersendiri," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kritik sebaiknya disampaikan dengan cara yang bijak dan bertujuan memperbaiki, bukan menjatuhkan. Dengan begitu, kritik dapat diterima dengan baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Sebagai penutup, masyarakat diharapkan mampu mengendalikan diri dalam berkomunikasi, terutama di ruang digital. Sikap bijak dalam menyampaikan kritik akan menciptakan suasana yang lebih harmonis dan penuh saling menghargai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....