Makna Memaafkan Idulfitri Lebih Dari Sekadar Tradisi

  • 22 Mar 2026 21:27 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Sikap saling memaafkan di momen Idulfitri bukan sekadar tradisi tanpa makna. Memaafkan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu dihayati dan direnungkan dengan penuh keikhlasan dalam hati.

Direktur Wilayah Lembaga Dakwah dan Syiar Islam BKPRMI Kalimantan Tengah, Mahmud Al Qosyim, menyampaikan bahwa sikap memaafkan bukan hal yang sederhana. Hati perlu dilatih dengan keikhlasan dan kesadaran bahwa manusia tidak sempurna, sehingga sudah sepantasnya saling memaafkan.

"Kalau sudah merasakan kelemahan ini tidak ada kesombongan. Jadi ketika tidak ada kesombongan, orang minta maaf atau memaafkan itu mudah dilakukan, tapi kalau enggak dilatih dengan keikhlasan hati yang luar biasa, itu akan berat," katanya, saat mengisi program Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Palangka Raya, Kamis, 19 Maret 2026.

Mahmud Al Qosyim menambahkan, penting bagi masyarakat untuk menyadari bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Oleh karena itu, setiap individu dianjurkan untuk saling menghormati dan menjaga kerukunan agar dapat hidup berdampingan dengan baik.

"Nah, sebagai manusia normal itu pasti hidup bersama dengan manusia lainnya. Kalau dia enggak normal ya sulit, seperti sudah disetel aplikasi kita itu hidup bersama manusia enggak bisa hidup sendiri," katanya.

Momentum Idulfitri juga menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi antar sesama. Dengan menjalin hubungan yang baik, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh kebersamaan.

Pada akhirnya, nilai-nilai keikhlasan dan saling memaafkan diharapkan tidak hanya hadir saat Idulfitri saja. Sikap tersebut perlu terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya kehidupan yang damai dan rukun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....