Meraih Keberkahan Rezeki, Waspada Judi Online

  • 18 Mar 2026 12:02 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Rezeki memiliki makna yang luas dan tidak hanya berkaitan dengan jumlah penghasilan atau materi semata. Selain pendapatan, rezeki juga dapat berupa hubungan yang baik dengan keluarga, persahabatan yang tulus, serta kehidupan yang penuh rasa syukur.

Hal tersebut disampaikan narasumber Program Tauladan di Pro 2 RRI Palangka Raya, Ustazah Erry Fitrya Primadhany, pada Kamis, 12 Maret 2026.

Menurutnya, rezeki bukan sekadar nominal yang diterima seseorang, tetapi juga segala hal baik yang patut disyukuri. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 172 yang mengajak orang beriman untuk memakan rezeki yang baik dan bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan.

Erry Fitrya menjelaskan bahwa bersyukur merupakan bagian penting dari keberkahan rezeki. Ia menilai banyak orang yang memiliki harta, namun kurang memiliki rasa syukur. Padahal, Allah SWT telah menciptakan bumi dengan berbagai kemudahan agar manusia dapat mencari rezeki yang halal dan baik melalui usaha yang benar.

"Praktik judi online merupakan perbuatan yang jelas dilarang karena dapat membawa berbagai dampak negatif, termasuk merusak akidah dan kesehatan mental," ucapnya. Menurutnya, seseorang yang mulai berjudi biasanya tergoda oleh kemenangan di awal, sehingga perlahan lebih percaya pada keberuntungan dibandingkan kepada Allah SWT.

Selain itu, judi online juga dapat merusak kondisi mental seseorang, terutama ketika sudah terjerumus terlalu dalam. Oleh karena itu, masyarakat diingatkan untuk menjauhi praktek tersebut dan lebih fokus mencari rezeki yang halal melalui usaha yang baik.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Palangka Raya, Syifa, meminta pesan dan saran mengenai cara agar mahasiswa tetap konsisten mencari rezeki halal tanpa terjerumus pada praktik judi online.

Menanggapi hal tersebut, Ustazah Erry Fitrya menjelaskan bahwa masa kuliah merupakan masa perjuangan bagi mahasiswa. Ia menyarankan agar mahasiswa memaksimalkan potensi diri yang dimiliki dengan niat baik, seperti membantu orang tua atau memenuhi kebutuhan pendidikan, tanpa meninggalkan kewajiban utama sebagai pelajar.

Menurutnya, banyak mahasiswa saat ini yang kreatif, misalnya dengan menjadi kreator konten di media sosial. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peluang memperoleh penghasilan tambahan selama dilakukan dengan cara yang benar dan tidak melanggar nilai-nilai agama. (Iqbal Ilmi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....