Nyepi Jadi Momentum Refleksi Diri Umat Hindu

  • 18 Mar 2026 09:18 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Hari Raya Nyepi menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk melakukan perenungan diri serta penyucian lahir dan batin. Tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, Nyepi juga menjadi sarana peningkatan kualitas spiritual dan kesadaran diri.

Sejumlah pihak, termasuk kalangan akademisi dan tokoh agama, turut berperan aktif mengajak masyarakat memahami makna Nyepi secara lebih mendalam. Rektor Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Mujiono, mengatakan Hari Suci Nyepi dapat menjadi sarana untuk belajar pengendalian diri.

“Hari Raya Nyepi dimaknai sebagai proses menemukan jati diri dan kesadaran diri, yang diwujudkan melalui pelaksanaan ritual maupun pengendalian diri,” ujarnya, Rabu, 18 Maret 2026.

Dalam implementasinya, pihak kampus juga mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam rangkaian Hari Raya Nyepi, mulai dari pelaksanaan Melasti, Tawur Kesanga, hingga menjalankan Catur Brata Penyepian sebagai bentuk disiplin spiritual.

“Mahasiswa dianjurkan untuk melaksanakan Nyepi dengan berpuasa, tidak bepergian, tidak menyalakan lampu, serta menghindari aktivitas hiburan, termasuk penggunaan telepon genggam yang perlu dihentikan sementara sebagai upaya mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan kualitas diri. Hal ini menjadi metode untuk menemukan makna Nyepi yang sesungguhnya, yaitu peningkatan sradha dan bhakti,” katanya.

Sementara itu, Pemangku Pinandita Pura Pitamaha Palangka Raya, I Made Suparmo, menegaskan bahwa dalam pelaksanaan Nyepi, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian yang meliputi tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, serta tidak menikmati hiburan.

“Dengan berata Nyepi, kita kembali ke titik nol. Tidak menyalakan api, termasuk api dalam diri. Tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak melaksanakan hiburan. Inilah yang disebut Catur Brata Penyepian,” ucapnya.

Hari Raya Nyepi tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga momentum refleksi diri untuk kembali ke titik nol. Melalui perayaan ini, umat Hindu diharapkan mampu meningkatkan kualitas spiritual sekaligus memperkuat nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. (Rendi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....