Budidaya Maggot di Rutan Palangka Raya Kurangi Sampah dan Biaya Pakan

  • 16 Mar 2026 10:39 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palangka Raya berkomitmen melakukan transformasi pengelolaan sampah dari sekadar pembuangan menjadi pengolahan yang bernilai guna. Melalui inovasi budidaya Black Soldier Fly (BSF) atau maggot, pihak Rutan berhasil menekan volume sampah organik sekaligus menciptakan pakan alternatif berprotein tinggi.

Kepala Rutan Kelas IIA Palangka Raya, Bapak Wayan Arya Budiartawan, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam budidaya maggot sejak Desember 2025 adalah faktor alam dan manusia. Kondisi cuaca di Palangka Raya yang relatif panas diakui menjadi kendala utama. Suhu yang tinggi memerlukan penanganan khusus agar telur dan larva Black Soldier Fly (BSF) dapat berkembang dengan baik.

"Cuaca panas di sini menantang kami untuk mencari cara khusus agar budidaya maggot berhasil. Larva ini yang bertugas mengonsumsi sampah, jadi kondisinya harus optimal," ujar Wayan, Jumat, 13 Maret 2026.

Selain faktor cuaca, sosialisasi kepada warga binaan dilakukan secara rutin guna mengatasi kurangnya ketersediaan sampah organik. Menurutnya, pemilahan sampah organik dan non-organik di blok hunian memerlukan edukasi yang terus-menerus.

"Pernah kami kekurangan sampah organik untuk pakan maggot. Akhirnya, kampanye dan penyadaran dilakukan ke setiap blok agar sampah dipilah sejak dari dapur dan kamar hunian," ucapnya.

Meski diterpa berbagai kendala, program ini telah membuahkan hasil. Sampah organik kini berhasil diolah menjadi pakan ternak berprotein tinggi untuk ayam petelur dan ikan lele yang dipelihara di dalam Rutan.

Langkah ini secara otomatis menekan biaya produksi pakan yang selama ini menjadi beban anggaran. Sementara itu, sampah non-organik seperti plastik dan kardus dikelola melalui kerja sama dengan Bank Sampah Jekan Mandiri.

Ke depan, program budidaya maggot ini diharapkan dapat terus dikembangkan. Keterampilan dalam budidaya maggot juga diharapkan dapat dimiliki oleh warga binaan sehingga dapat dimanfaatkan ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

"harapan kami mereka menjadi orang yang bermanfaat, setidaknya bagi lingkungan terkecil keluarga dan juga masyarakat yang lebih luas lagi. Kemudian ini juga mudah-mudahan memberikan potensi pengaruh yang besar bagi lingkungan terdekat rutan dan bisa ditiru oleh lingkungan sekitar" ujar Wayan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....