Eskalasi Konflik Global, Pangan Bulog Masih Berada pada Tingkat Aman

  • 12 Mar 2026 22:23 WIB
  •  Palangkaraya

‎‎RRI.CO.ID, Palangka Raya - Eskalasi geopolitik global yang terjadi belakangan ini, dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan stok pangan nasional yang dikelola oleh Perum Bulog.

‎‎Hal ini karena cadangan pangan pemerintah, khususnya beras, masih berada pada tingkat yang aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

‎‎Pihak Perum Bulog Kalteng, memastikan stok beras yang tersimpan di gudang-gudang Bulog tetap terjaga melalui pengadaan dari dalam negeri serta program penyerapan hasil panen petani.

‎‎Selain itu, distribusi cadangan beras pemerintah juga terus dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di pasar. ‎Eskalasi konflik geopolitik di beberapa kawasan dunia, memang berpotensi memengaruhi perdagangan pangan global, seperti terganggunya rantai pasok atau kenaikan harga komoditas internasional.

‎‎Namun, Indonesia dinilai relatif lebih siap karena memiliki cadangan beras pemerintah dan produksi dalam negeri yang masih mencukupi.

‎‎"Beras kita untuk cadangan pangan pemerintah, beras medium itu ada di 13.637 ton dan kita juga punya gabah pengadaan sekarang, pengadaan 2026 itu 6.300 ton. Gula kita ada 281 ton dan minyak goreng Minyakita itu hampir 1 juta liter. Jadi isu terkait dengan global saat ini, memang belum menjadi isu krusial," kata Kepala Kanwil Bulog Kalteng, Budi Sultika, Rabu 11 Maret 2026.

‎‎Dengan kondisi tersebut, masyarakat di Kalteng diimbau tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan, terutama beras, karena stok yang dikelola oleh Perum Bulog masih dalam kondisi aman dan distribusinya terus dipantau oleh pemerintah.

Rekomendasi Berita