Tiga Belas Jemaah Umrah Kalteng Tertahan di Arab Saudi

  • 08 Mar 2026 23:11 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Ketua Tim Kerja Bina Umrah dan Haji Khusus Kanwil Kementerian Haji Kalimantan Tengah, Taufik Rahman mengatakan berdasarkan informasi yang diterima, terdapat 13 jemaah umrah dari PT Makarim El Akhlak Tourindo Kantor Cabang Pangkalan Bun yang masih tertahan di Arab Saudi dan belum dapat kembali ke Indonesia.

“Tertahannya jemaah tersebut saat ini tengah dikoordinasikan dengan berbagai pihak terkait, termasuk maskapai dan otoritas setempat,” ujarnya. Ia menjelaskan, pihak travel juga terus melakukan komunikasi untuk memastikan kondisi jemaah tetap aman sembari menunggu kepastian jadwal penerbangan selanjutnya.

Berdasarkan laporan resmi dari biro perjalanan umrah yang memberangkatkan, terdapat tiga Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) asal Kalimantan Tengah dengan total 94 jemaah yang dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 8 Maret 2026.

Rinciannya, PT Makarim El Akhlak Tourindo Cabang Pangkalan Bun memberangkatkan 13 jemaah pada 25 Februari 2026 dengan jadwal kepulangan 8 Maret 2026. Kemudian PT Alifa Raya Tour Cabang Palangka Raya memberangkatkan 50 jemaah pada 25 Februari 2026 dan dijadwalkan kembali pada 8 Maret 2026. Selanjutnya PT Alkamila Travel and Tour Kantor Pusat Pangkalan Bun memberangkatkan 31 jemaah pada 25 Februari 2026 dengan jadwal kepulangan yang sama.

Pemerintah dan pihak terkait saat ini terus memantau perkembangan situasi guna memastikan keselamatan seluruh jemaah hingga dapat kembali ke tanah air.

Sementara itu, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin turut mengimbau warga untuk mempertimbangkan kembali rencana keberangkatan umrah dalam waktu dekat. “Demi keselamatan jemaah, lebih baik menunda keberangkatan sampai situasi konflik antara Amerika dan Iran kembali reda,” ujarnya, Minggu, 9 Maret 2026.

Memanasnya situasi di kawasan Timur Tengah akibat konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran membuat pemerintah mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati jika hendak bepergian ke luar negeri, khususnya untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Terkait jemaah yang masih tertahan di Arab Saudi, pemerintah berupaya mencari solusi terbaik agar para jemaah dapat kembali ke tanah air dengan selamat. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas pemerintah Arab Saudi serta biro perjalanan haji dan umrah yang memberangkatkan jemaah.

Rekomendasi Berita