Video Aksi Fashion Show Pria Menyerupai Wanita Tuai Kecaman
- 07 Mar 2026 22:28 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Kawasan Taman Pasuk Kameloh yang dikenal sebagai salah satu ikon ruang publik masyarakat Bumi Tambun Bungai menjadi sorotan setelah beredarnya sebuah video di media sosial. Video yang viral di platform TikTok tersebut menampilkan sekelompok pria dengan gestur yang menyerupai wanita melakukan aksi peragaan busana di kawasan bawah Jembatan Kahayan.
Dalam video berdurasi singkat itu, sejumlah pria yang menamakan diri mereka dengan sebutan “Diva Palangka Raya” terlihat berjalan layaknya model di area terbuka taman yang biasanya digunakan masyarakat untuk berwisata dan beraktivitas bersama keluarga. Aksi tersebut menuai beragam reaksi dari masyarakat setelah rekaman video tersebut tersebar luas di media sosial.
Sejumlah warga menilai aksi tersebut kurang tepat dilakukan di ruang publik yang memiliki nilai simbolis bagi masyarakat setempat. Pasalnya, kawasan Taman Pasuk Kameloh dikenal sebagai salah satu ikon kota sekaligus berada di sekitar area rumah ibadah dan ruang rekreasi keluarga.
Salah seorang warga, Sudiro, mengaku menyayangkan kejadian tersebut dan berharap masyarakat dapat lebih menghormati norma dan etika yang berlaku di ruang publik.
"Kalau ini dibiarkan kita tinggal nunggu azab. Namun kami berdoa semoga mereka semua mendapat hidayah dan ampunan Allah SWT," ujarnya, Sabtu, 7 Maret 2026.
Sementara itu, warga lainnya, Rayhan, juga menyampaikan bahwa kebebasan berekspresi sebaiknya tetap mempertimbangkan nilai-nilai kesopanan serta kearifan lokal masyarakat setempat.
”Ini bukan soal kebebasan berekspresi, tapi soal etika di ruang publik. Pasuk Kameloh itu berada di samping rumah ibadah dan merupakan ikon kehormatan kita. Aksi gemulai seperti itu sangat tidak mendidik dan merusak citra Palangka Raya yang religius dan berbudaya,” katanya.
Menanggapi peristiwa tersebut, sejumlah warganet juga mendorong pemerintah daerah melalui instansi terkait seperti Satuan Polisi Pamong Praja untuk meningkatkan pengawasan di kawasan taman agar tidak disalahgunakan untuk aktivitas yang berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak yang terlibat dalam video tersebut. Masyarakat berharap kejadian ini dapat menjadi pengingat bagi para kreator konten agar lebih bijak dalam membuat konten di ruang publik dengan tetap menghormati norma sosial dan budaya yang berlaku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....