Mengulik Kurma: Buah Kecil dengan Sejarah Panjang

  • 27 Feb 2026 16:52 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Di balik rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut, kurma menyimpan sejarah panjang yang melintasi peradaban. Buah yang tumbuh di wilayah beriklim kering ini telah dikonsumsi selama ribuan tahun dan menjadi bagian penting dalam budaya Timur Tengah.

Tidak hanya sebagai sumber energi, kurma juga dikenal sebagai simbol keberkahan dan keramahan di banyak tradisi. Secara botani, kurma berasal dari pohon palem yang mampu bertahan di kondisi panas ekstrem.

Ketahanannya terhadap cuaca kering membuatnya menjadi komoditas penting di daerah gurun. Hingga kini, negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara masih menjadi produsen utama kurma dunia, dengan berbagai varietas yang memiliki cita rasa dan tekstur berbeda.

Di pasaran, masyarakat mengenal beragam jenis kurma, mulai dari yang kering, lembut dan berair. Kandungan gula alami yang tinggi menjadikan kurma sumber energi cepat, sementara serat, vitamin, dan mineral di dalamnya memberi nilai tambah bagi kesehatan.

Dalam perkembangannya, kurma tidak lagi dikonsumsi secara konvensional. Buah ini kini hadir dalam bentuk olahan seperti susu kurma, selai, hingga campuran kue dan minuman modern.

Inovasi tersebut memperluas pasar sekaligus memperkenalkan kurma kepada generasi yang lebih muda dengan cara yang lebih variatif. Kurma bukan hanya sekadar buah musiman, namun komoditas global yang menyatukan unsur sejarah, budaya, dan kesehatan dalam satu gigitan manis.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....