Tradisi Khatam Al-Quran di Ramadan Pererat Kebersamaan Umat Muslim
- 24 Feb 2026 21:50 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Tradisi khatam Al-Quran selama bulan suci Ramadan menjadi salah satu kegiatan religius yang akrab dilakukan umat Muslim di berbagai wilayah.
Kegiatan ini umumnya melibatkan tadarus berjamaah, yakni membaca Quran secara bersama di masjid dengan target menyelesaikan satu juz per hari hingga seluruh 30 juz dibaca di akhir bulan. Tradisi seperti ini bukan hanya rutinitas spiritual, tapi juga momen penting dalam kalender ibadah Ramadan.
Aktivitas tadarus umumnya dilakukan setelah shalat Tarawih atau setelah salat wajib, di mana jamaah masjid mengambil bagian membaca bagian tertentu dari kitab suci. Satu orang atau kelompok membaca secara bergantian, biasanya dipandu imam atau penceramah masjid, agar setiap hari satu juz selesai dibaca. Ini merupakan bentuk implementasi dari semangat Ramadan sebagai bulan Al-Qur’an yang turun dan dibaca lebih banyak selama bulan ini.
Tradisi khatam tidak hanya tentang menyelesaikan bacaan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antarjamaah. Dalam berbagai masjid di Indonesia, peserta tadarus datang dari latar belakang beragam, orang tua, pemuda, bahkan anak-anak dan menikmati kebersamaan dalam ibadah ini. Suasana kebersamaan itu sering mencapai puncaknya pada sepuluh malam terakhir, khususnya pada malam ganji yang diyakini sebagai Lailatul Qadar, malam penuh keberkahan.
Selain aspek sosial, tradisi ini memiliki makna spiritual yang mendalam. Menurut para ulama dan tokoh keagamaan, membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena pahala bacaan kitab suci akan dilipatgandakan pada bulan ini. Tadarus berjamaah dihargai bukan hanya sebagai bacaan rutin, tetapi sebagai upaya memperdalam pemahaman dan menjalin kedekatan dengan firman Allah.
Untuk melaksanakan tradisi khatam, banyak masjid yang menyusun jadwal harian agar bacaan terselesaikan secara sistematis, serta mengadakan doa bersama setelah membaca seluruh juz. Jamaah tak jarang memperpanjang ibadah di sepuluh malam terakhir dengan itikaf atau berdoa intensif, berharap mendapat berkah malam Lailatul Qadar. Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi Ramadhan yang memperkuat ukhuwah Islamiyah dan pengalaman spiritual di tengah masyarakat Muslim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....