Islam Menjadikan Tawadhu Cermin Keimanan Seorang Muslim
- 24 Feb 2026 20:17 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Sikap tawadhu atau rendah hati menjadi salah satu akhlak utama yang diajarkan dalam Islam dan dinilai sebagai cermin keimanan seorang Muslim. Tawadhu tercermin dalam perilaku tidak merasa lebih tinggi dari orang lain, tidak membanggakan diri, serta menghargai sesama tanpa memandang status sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap ini penting diterapkan di lingkungan keluarga, pekerjaan, maupun masyarakat.
Ajaran tentang tawadhu bersumber dari Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam Surah Al-Furqan ayat 63 disebutkan bahwa hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih adalah mereka yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati. Nilai ini menunjukkan bahwa keimanan tidak hanya diukur dari ibadah ritual, tetapi juga dari akhlak dalam berinteraksi sosial.
Teladan sikap tawadhu juga dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Meski memiliki kedudukan mulia sebagai rasul dan pemimpin umat, beliau tetap hidup sederhana, membantu pekerjaan rumah tangga, dan bergaul tanpa membedakan status sahabatnya. Keteladanan ini menjadi bukti bahwa semakin tinggi derajat seseorang, semakin besar pula tuntutan untuk bersikap rendah hati.
Dalam konteks kekinian, tawadhu menjadi relevan di tengah budaya pamer dan kompetisi citra, terutama di media sosial. Sikap rendah hati membantu seseorang menjaga hubungan harmonis, menghindari konflik, serta menumbuhkan rasa saling menghormati. Tanpa tawadhu, keimanan dapat tergerus oleh kesombongan yang tidak disadari.
Dengan demikian, tawadhu bukan sekadar sikap moral, tetapi refleksi kualitas iman seseorang. Seorang Muslim yang beriman tidak hanya menjaga hubungannya dengan Allah, tetapi juga menunjukkan kerendahan hati dalam berinteraksi dengan sesama. Sikap inilah yang memperkuat ukhuwah dan membangun masyarakat yang rukun serta beradab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....