Parenting Tegas Dinilai Tetap Relevan di Era Modern

  • 18 Feb 2026 08:45 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Penerapan pola pendidikan anak atau parenting yang tegas kerap menjadi perdebatan di tengah masyarakat saat ini. Sebagian pihak menilai gaya ini sudah tidak relevan dengan zaman modern yang menempatkan orang tua sebagai teman yang ramah dan setara bagi anak.

Anggota Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Kalimantan Tengah, Widiya Kumala, mengatakan di tengah perkembangan anak yang semakin kompleks,

parenting tegas justru dibutuhkan. Menurutnya, ketegasan penting untuk menanamkan kedisiplinan dan membentuk karakter anak sejak dini.

"Jadilah seperti ini, artinya kita pendidikan zaman dulu, zaman sekarang itu tidak bisa kita samakan karena kan memang beda zaman ya. Tapi kita bisa melakukan pendidikan VOC di zaman modern itu seperti tadi. Kita melakukan dengan ketegasan, kedisiplinan itu dimulai dari rumah," katanya, saat mengisi program Zona Edukasi di Pro 1 RRI Palangka Raya, Kamis, 12 Februari 2026.

Pekerja Sosial Dinas Sosial Kota Palangka Raya, Ekha Raya Dohong, menegaskan penerapan disiplin membantu anak memahami konsekuensi dari setiap tindakan. Anak tidak boleh terus-menerus dimaklumi dengan alasan masih kecil ketika melakukan kesalahan.

"Untuk anak-anak yang di zaman sekarang, misalnya dia biasa dengan lingkungan yang demokratis, kalau ada apa-apa dia bisa sampaikan dengan nyaman karena sudah dibangun. Boleh ngobrol apa aja tapi juga perlu tahu ada konsekuensi kalau melakukan yang tidak sesuai dengan aturan," katanya.

Ia menambahkan, orang tua perlu membangun komunikasi yang hangat tanpa menghilangkan aturan yang jelas di rumah maupun di sekolah. Dengan keseimbangan antara kasih sayang dan ketegasan, anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mampu memahami batasan dalam kehidupan sosialnya.

Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan pola asuh di era modern yang serba terbuka dan dinamis. Dengan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan, pendidikan karakter anak dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....