Etika Komunikasi Jadi Kunci Transaksi Digital Sehat

  • 15 Feb 2026 19:35 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Komunikasi yang baik perlu diterapkan dalam setiap transaksi ekonomi digital. Dalam hal ini, penjual atau produsen perlu memberikan layanan informasi yang jelas dan akurat kepada pelanggan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Dosen Bisnis Digital Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Nur Annisa, S.E., ME.E, mengatakan produsen atau penjual harus mengutamakan transparansi dalam mempromosikan produknya. Bukan hanya itu, produsen atau penjual juga perlu menerapkan cara komunikasi yang ramah ketika menerima komplain dari pelanggan atau mitra.

"Produsen maupun penjual cara berkomunikasinya yaitu tentang bagaimana kita transparansi memberi tahu spesifikasi produk dan lain sebagainya. Kemudian juga bisa

ketika kita menghadapi komplain dari pihak kurir atau misalnya konsumen," ujarnya.

Ia menambahkan, bukan hanya penjual atau produsen, konsumen juga perlu memperhatikan etika dalam bertransaksi secara digital. Terutama ketika ingin mengajukan komplain, dianjurkan untuk menggunakan komunikasi yang baik dan bijak agar persoalan dapat diselesaikan dengan tepat.

"Tidak hanya penjual saja yang dituntut untuk beretika tapi kita selaku konsumen juga kan ada etika-etika. Kalau misalnya kita menerima barang yang tidak sesuai dengan keinginan kita atau tidak sesuai dengan spesifikasinya, maka cara komplain atau cara berkomunikasi juga harus memegang etika," ucap Nur.

Menurutnya, transaksi digital melibatkan dua pihak yang sama-sama memiliki tanggung jawab menjaga etika. Dengan komunikasi yang terbuka dan saling menghargai, potensi konflik dapat diminimalkan dan kepercayaan antar pihak dapat terbangun.

Ia berharap pelaku usaha maupun konsumen semakin sadar pentingnya etika dalam setiap proses transaksi daring. Dengan begitu, ekosistem ekonomi digital dapat tumbuh lebih sehat, profesional, dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....