Dampak Buruk Menyia-nyiakan Waktu dalam Pandangan Islam
- 11 Feb 2026 22:19 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Memanfaatkan waktu sebaik mungkin menjadi salah satu anjuran dalam ajaran Islam. Waktu merupakan pemberian Allah SWT agar digunakan untuk hal-hal yang positif, produktif, dan bermanfaat bagi kehidupan dunia maupun akhirat.
Narasumber Program Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Palangka Raya, Ustazah Hamdanah, mengatakan terdapat beberapa dampak buruk jika waktu tidak dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Di antaranya menimbulkan penyesalan di masa tua bahkan bisa menyebabkan stres kronis akibat kebiasaan menunda pekerjaan.
"Pertama, penyesalan di masa tua merasa tidak menghasilkan apapun. Yang kedua, stres kronis akibat sering menunda-nunda yang menyebabkan pekerjaan menumpuk," katanya, Rabu, 11 Februari 2026.
Ia menambahkan, menyia-nyiakan waktu juga dapat menghilangkan kepercayaan dari orang lain. Ketidakmampuan seseorang dalam mengelola waktu akan berpengaruh pada cara orang memandang dan menilai tanggung jawab yang diembannya.
"Kemudian yang ketiga, hilangnya kepercayaan. Orang yang tidak bisa mengelola waktunya sendiri biasanya sulit dipercaya mengelola tanggung jawab yang besar," katanya.
Dalam Islam, waktu bukan sekadar deretan angka di jam dinding atau pergantian siang dan malam. Waktu dipandang sebagai amanah atau titipan yang sangat berharga dan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.
Dengan begitu, penting bagi masyarakat untuk lebih disiplin dan bijak dalam menggunakan waktu. Dengan pengelolaan waktu yang baik, setiap individu dapat meraih keberkahan serta menjaga kepercayaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....