Asal Usul Burung Pipit, Kisah Kecil Penakluk Dunia

  • 04 Feb 2026 13:20 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Burung pipit merupakan salah satu jenis burung kecil yang paling akrab dengan kehidupan manusia, terutama di kawasan pedesaan dan pertanian. 

Keberadaannya sering terlihat bergerombol di sawah, ladang, atau sekitar permukiman. Meski ukurannya kecil dan kerap dianggap hama oleh petani, burung pipit sebenarnya memiliki sejarah panjang dalam ekosistem dan hubungan yang menarik dengan manusia sejak ribuan tahun lalu.

Asal mula burung pipit dapat ditelusuri hingga ke wilayah Eropa, Asia, dan Afrika Utara. Salah satu spesies yang paling dikenal adalah Passer domesticus atau pipit rumah, yang diyakini berkembang seiring dengan munculnya peradaban manusia. 

Ketika manusia mulai menetap dan bercocok tanam, burung pipit menemukan sumber makanan yang melimpah dari sisa-sisa biji-bijian dan hasil pertanian, sehingga populasinya pun berkembang pesat.

Penamaan pipit sendiri di Indonesia lebih bersifat lokal dan umum, merujuk pada burung kecil pemakan biji dengan paruh pendek dan kuat. Nama ini kemungkinan berasal dari suara kicauannya yang terdengar ringan dan berulang. Di berbagai daerah, burung pipit juga memiliki sebutan lain, seperti emprit di Jawa, yang menunjukkan kedekatan masyarakat dengan burung ini dalam kehidupan sehari-hari.

Secara ilmiah, burung pipit termasuk dalam famili Passeridae. Ciri khasnya adalah tubuh kecil, bulu berwarna cokelat keabu-abuan, serta kemampuan beradaptasi yang sangat tinggi. Burung ini tidak pilih-pilih tempat tinggal, selama tersedia makanan dan tempat berlindung. Inilah yang membuat pipit mampu bertahan dan menyebar luas ke berbagai belahan dunia.

Habitat burung pipit di masa sekarang sangat beragam. Selain di area persawahan dan ladang, pipit juga banyak ditemukan di perkotaan. 

Mereka bersarang di atap rumah, celah bangunan, hingga pepohonan di taman kota. Lingkungan buatan manusia justru menjadi habitat baru yang ideal karena menyediakan makanan dan tempat bersarang yang relatif aman.

Meski sering dianggap merugikan karena memakan padi atau biji-bijian, burung pipit juga memiliki peran ekologis. Mereka membantu mengendalikan populasi serangga kecil dan menjadi bagian dari rantai makanan alami. Keberadaan pipit juga bisa menjadi indikator keseimbangan lingkungan, karena mereka cenderung hidup di area yang masih mendukung kehidupan satwa liar.

Dengan sejarah panjang, penamaan yang lekat dengan budaya lokal, serta kemampuan adaptasi yang luar biasa, burung pipit adalah contoh nyata bagaimana satwa kecil dapat bertahan di tengah perubahan zaman. 

Alih-alih hanya dipandang sebagai hama, burung pipit layak dilihat sebagai bagian penting dari ekosistem yang hidup berdampingan dengan manusia hingga hari ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....