Takabur dan Bahaya Sifat Sombong dalam Islam

  • 25 Mei 2025 15:17 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Sifat sombong atau takabur kerap kali muncul secara halus dalam keseharian, mulai dari merasa paling benar, merendahkan orang lain, hingga enggan menerima nasihat.

Dalam Islam, sombong bukan sekadar perilaku tercela, tapi juga salah satu dosa yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Muslim: “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji zarrah.”

Al-Qur’an pun secara tegas mengecam orang-orang yang bersikap sombong. Dalam Surah Luqman ayat 18, Allah berfirman: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong, dan janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh”. Ayat ini menunjukkan bahwa sombong tidak hanya merusak hubungan dengan sesama, tetapi juga menunjukkan ketidaksadaran manusia akan kelemahan dirinya di hadapan Tuhan.

Dalam kehidupan modern, sombong bisa tampil dalam banyak bentuk, misalkan pamer pencapaian di media sosial, meremehkan pekerjaan orang lain, atau merasa paling suci.

Karena itu, ulama kontemporer seperti Buya Yahya dan Ustaz Adi Hidayat kerap mengingatkan umat agar menjaga hati dari penyakit ini. "Menjadi rendah hati bukan berarti merendahkan diri, tapi menyadari bahwa semua kelebihan hanyalah titipan dari Allah SWT," ucapnya.

Islam mengajarkan bahwa kemuliaan sejati tidak datang dari status atau harta, melainkan dari ketakwaan dan akhlak yang baik. Sebagai manusia, kita perlu terus belajar merendah, karena dari kerendahan hati lahir kebijaksanaan dan keberkahan.

Jangan biarkan kesombongan kecil tumbuh menjadi penghalang ke surga. Karena dalam Islam, sekecil apa pun takabur, dampaknya bisa sangat besar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....