Fear of Missing Out (FOMO) di Kalangan Anak Muda

  • 31 Okt 2024 19:56 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) kini semakin mencolok di kalangan anak muda, seiring dengan kemajuan teknologi dan dominasi media sosial.

Generasi milenial dan Z sering merasakan tekanan untuk ikut serta dalam setiap acara yang sedang tren, berkat paparan konten menarik di platform seperti Instagram, TikTok, dan Snapchat.

Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh lembaga riset di Jakarta menunjukkan bahwa sekitar 68% anak muda berusia 18-24 tahun mengalami FOMO secara reguler. Mayoritas responden mengaku merasa harus terus mengikuti tren agar tidak terasing dari teman-teman mereka.

"Melihat teman berbagi momen-momen menarik seperti pesta atau perjalanan membuat kita merasa harus ikut serta," ujar salah satu responden.

Namun, dampak FOMO tidak bisa dianggap sepele. Kecemasan, stres, dan ketidakpuasan terhadap hidup sendiri adalah beberapa konsekuensi umum yang dialami.

Psikolog anak, Dr. Maya Susanti, menjelaskan bahwa perbandingan sosial yang terus-menerus dapat merusak rasa percaya diri dan kebahagiaan individu.

"Ketika anak muda merasa harus selalu berada dalam sorotan, itu dapat mempengaruhi kesehatan mental mereka," katanya.

Rizka, seorang mahasiswa psikologi, mengatakan FOMO itu 'takut ketinggalan yang lagi tren', jadi seseorang cenderung ikut meramaikan apa yang sedang populer. "Sebenarnya, FOMO tidak salah, tapi bisa menjadi masalah jika itu berlebihan," kata Rizka

Isu FOMO di kalangan anak muda merupakan tantangan serius yang perlu perhatian. Dengan meningkatkan kesadaran dan mengambil langkah-langkah yang tepat, diharapkan generasi ini dapat lebih menikmati hidup tanpa terjebak dalam perasaan ketinggalan.

Menciptakan keseimbangan antara pengalaman nyata dan apa yang ditampilkan di media sosial menjadi kunci untuk mengatasi fenomena ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....