Pemerintah Gelar Rakornas Terkait Penanganan Karhutla
- 24 Jul 2025 21:01 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Pemerintah mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) terkait pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Acara ini diselenggarakan di Balai Serindit, Rumah Dinas Gubernur Riau, pada Rabu (23/7/2025).
Rakornas tersebut dipimpin oleh Menkopolhukam RI, Budi Gunawan secara daring. Pembahasan utama berfokus pada langkah-langkah strategis untuk menghadapi potensi peningkatan Karhutla menjelang puncak musim kemarau di wilayah Sumatra, khususnya Provinsi Riau.
Dalam rapat itu, Budi Gunawan menekankan penanganan Karhutla bukan hanya persoalan teknis semata, melainkan erat kaitannya dengan keamanan nasional, ekonomi, dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama lintas sektoral yang kuat.
“Mohon semua pihak dan personil bekerjasama dengan baik melalui jalinan komunikasi yang optimal. Maksimalkan segala alat dan sumberdaya yang dimiliki agar potensi karhutla tidak semakin meluas dan merugikan masyarakat," kata Menkopolkam.
Sementara itu, Menhut Raja Juli Antoni, menyampaikan bahwa titik api secara umum telah menurun dibanding beberapa waktu lalu. Namun, ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan potensi kebakaran lanjutan.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan oleh BNPB, BMKG dan mitra swasta juga menjadi langkah penting dalam upaya mengurangi potensi kekeringan pada lahan gambut. Sampai dengan saat ini, 2 tahap OMC sebanyak 14 sortie, dengan jumlah bahan yang disemai pada awan sebanyak 12.600 kg (NaCl).
"Ada angka penurunan titik api di Riau. Dari awalnya tanggal 16 di angka 1.300 titik, per hari ini tinggal sekitar 116 titik. Kerja keras teman-teman di lapangan, pasukan darat dari TNI, Polri, Manggala Agni, BNPB, maupun Pasukan Udara yang dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca, sudah relatif berhasil meskipun perlu dioptimalisasi," ujarnya.
Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI, Rio Firdianto menegaskan pihaknya telah mengerahkan jajaran Korem 031/Wira Bima dan seluruh satuan TNI di Provinsi Riau. Ia menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan dengan pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat guna meminimalisir kejadian Karhutla.
Pihaknya telah menyiapkan 920 prajurit sebagai Satuan Tugas Darat. Pasukan ini akan bersinergi dengan BNPB, BPBD, Polda Riau, dan pihak terkait lainnya dalam upaya pengendalian Karhutla.
"Mudah-mudahan dukungan kami bisa bermanfaat, dan berharap seluruh masyarakat bisa bersama-sama serta bahu membahu untuk menciptakan Riau bebas asap," kata Mayjen TNI Rio Firdianto, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....