Memaknai Arti Bekal sebelum Kematian
- 14 Sep 2026 07:38 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya- Kematian merupakan kepastian yang akan dialami setiap manusia. Tidak seorang pun mengetahui kapan dan di mana akhir perjalanan hidupnya di dunia.
Hal tersebut disampaikan H.M. Ansori, S.Sos.I., M.Pd., dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Palangka Raya, Senin, 14 September 2026, saat mengajak pendengar memaknai pentingnya mempersiapkan bekal sebelum kematian.Menurut Ansori, kehidupan dunia ibarat perjalanan menuju sebuah terminal akhir, yakni kehidupan akhirat.
Ia mengingatkan bahwa manusia kerap terlena dengan berbagai kenikmatan dunia hingga lupa bahwa setiap perjalanan pasti memiliki batas. "Pergi ke terminal yang lain pasti ada terminal akhir, yaitu terminal akhirat," ujarnya.
Ia mengutip Surah Al-Anbiya ayat 1 yang mengingatkan bahwa hari perhitungan semakin dekat, sementara manusia masih berada dalam kelalaian dan berpaling. Karena itu, mengingat kematian bukan berarti harus meninggalkan kehidupan dunia, melainkan menjadi pengingat agar setiap waktu diisi dengan perbuatan yang bermanfaat. Ansori juga mengingatkan sabda Rasulullah bahwa manusia terbaik adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Ansori menjelaskan, salah satu cara meninggalkan "bekas" setelah kematian adalah dengan berbuat baik selama hidup. Kebaikan tersebut dapat membuat nama seseorang tetap dikenang, setidaknya oleh keluarga dan generasi setelahnya. "Tak ada yang mampu mengabadikan hidup manusia selain kebaikannya," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kematian adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari, sekalipun manusia berusaha bersembunyi atau melarikan diri. Rasulullah bahkan mengingatkan, "Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, kamu benar-benar akan sedikit tertawa dan banyak menangis," sebagaimana diriwayatkan dalam hadist Muslim. Pesan tersebut menjadi pengingat tentang dahsyatnya kematian sekaligus pentingnya membangun kesadaran untuk mempersiapkan diri.
Menurut Ansori, bekal menuju kematian tidak membutuhkan waktu yang panjang untuk dikumpulkan. Selama masih diberi kesempatan hidup, manusia dapat mempersiapkannya melalui ibadah, kebaikan, kepedulian, dan menjadi pribadi yang bermanfaat.
"Persiapkanlah bekal sebelum kematian agar kita bersiap menuju kematian. Jangan sampai kita menyesal ketika kesempatan itu sudah tidak ada," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....