Wisata Kuliner Jadi Potensi Desa Pandu Sanjaya Kobar

  • 03 Sep 2026 22:51 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemerintahan desa di Kabupaten Kotawaringin Barat terus mendorong pengembangan potensi lokal sebagai upaya meningkatkan perekonomian dan kemandirian masyarakat. Salah satu sektor yang dinilai realistis untuk dikembangkan adalah pariwisata berbasis kuliner dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Desa Pandu Sanjaya, Jumilan, menyampaikan meski di wilayahnya tidak memiliki potensi wisata alam seperti pantai yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata. "Pemerintah Desa Pandu Sanjaya memilih mengoptimalkan potensi yang sudah ada, khususnya melalui sektor kuliner dan UMKM masyarakat," ucapnya, Rabu, 2 September 2026.

Menurut Jumilan, pembangunan objek wisata buatan juga belum menjadi pilihan karena membutuhkan biaya besar dan dinilai belum sebanding dengan potensi pendapatan yang dapat diperoleh desa. Pemerintah desa lebih memilih memfasilitasi masyarakat yang telah memiliki keterampilan dan usaha di bidang kuliner maupun ekonomi kreatif.

Jumilan menjelaskan, dukungan terhadap UMKM dilakukan antara lain dengan mendorong adanya pelatihan keterampilan. Pemerintah desa berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja maupun Kementerian Transmigrasi agar masyarakat mendapatkan pelatihan, seperti pembuatan roti dan berbagai produk olahan yang dapat dikembangkan menjadi usaha.

Untuk pemanfaatan Dana Desa, Jumilan menyebut penggunaannya harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Menurutnya, anggaran tersebut memiliki sejumlah alokasi prioritas, termasuk untuk ketahanan pangan dan lingkungan, sehingga pemerintah desa harus menjalankannya sesuai koridor yang berlaku.

Melalui keterbatasan anggaran Dana Desa saat ini menjadi salah satu tantangan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur. Dengan anggaran sekitar Rp300 juta misalnya, pembangunan infrastruktur seperti jembatan hanya dapat dilakukan pada satu titik, sementara masyarakat membutuhkan akses jalan yang lebih baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Jumilan berharap sinergi antara pemerintah desa, kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat terus diperkuat. Target utama ke depan adalah meningkatkan Pendapatan Asli Desa atau PAD, karena menurutnya kemampuan desa menjalankan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sangat bergantung pada kekuatan pendapatan desa.

Ia menegaskan, pembangunan tetap harus dilakukan secara sinergis dengan program pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....