Dosen UPR Dorong Seni Rupa Dayak Bernilai Ekonomi dalam PISN

  • 20 Agt 2026 17:18 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026 kembali mendorong penguatan ekosistem seni rupa Dayak di Kota Palangka Raya. Program yang dilaksanakan tim dosen Universitas Palangka Raya (UPR) tersebut diarahkan agar seni rupa Dayak tidak hanya menjadi ekspresi budaya, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang bernilai dan berkelanjutan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026 ini didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemdikti Saintek, dengan menggandeng Padepokan Seni Parei Palangka Raya sebagai mitra utama. Program mencakup pelatihan, workshop, pendampingan produksi, kurasi, manajemen pameran hingga promosi digital.

Ketua PISN UPR, Muhamad Romadoni, mengatakan pengembangan seni rupa Dayak harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga nilai budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi seniman. Menurutnya, identitas dan nilai budaya Dayak perlu diterjemahkan menjadi karya yang kreatif, menarik, serta memiliki nilai ekonomi.

Ia menambahkan, inovasi diperlukan agar seni tradisi tetap relevan dengan perkembangan zaman.“Ketika seni mampu mempertahankan identitas budaya sekaligus membuka ruang kreativitas dan penghidupan bagi seniman, di situlah kebudayaan tidak hanya diwariskan, tetapi benar-benar hidup,” ujarnya.

Eksplorasi medium, pencahayaan, instalasi, teknologi digital, dan pengemasan karya diharapkan mampu menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat tanpa menghilangkan akar budaya Dayak.

Salah satu gagasan utama PISN adalah pengembangan pameran seni rupa Dayak berbayar. Konsep tersebut tidak hanya ditujukan untuk menarik tiket masuk, tetapi juga membangun pola pengelolaan seni yang memungkinkan karya memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan pengalaman apresiasi dan edukasi kepada pengunjung.

Dalam pelaksanaannya, seniman dan pengelola Padepokan Seni Parei mendapat penguatan kapasitas dalam penciptaan karya, kurasi, penataan ruang pamer, manajemen pameran, penetapan harga karya, dokumentasi hingga promosi digital. Teknologi seperti pencahayaan LED, efek glow in the dark, instalasi berbasis kaca, katalog digital, QR Code dan konten video promosi turut diperkenalkan.

Melalui program tersebut, tim dosen UPR berharap lahir seniman dan pengelola seni yang mampu menjalankan pameran secara mandiri. Padepokan Seni Parei juga diharapkan berkembang sebagai ruang alternatif seni rupa Dayak di Palangka Raya sekaligus membuka jejaring dengan komunitas, galeri, pemerintah daerah dan pelaku industri kreatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....