Menjadi Muslim yang Bermanfaat dengan Mensyukuri Kemerdekaan

  • 11 Agt 2026 14:44 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kemerdekaan Indonesia hendaknya disyukuri dengan membangun kehidupan yang lebih baik serta menjalankan amanah yang telah diperjuangkan para pendahulu. Hal tersebut disampaikan Ahmad Hanafi, S.E.I., M.E. dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Palangka Raya, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurutnya, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan melalui Alhamdulillah, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Bersyukur atas kesehatan, misalnya, diwujudkan dengan menjaga kesehatan, sementara rasa syukur atas pekerjaan dilakukan dengan bekerja secara sungguh-sungguh dan amanah.

Ahmad Hanafi menjelaskan, bentuk perjuangan generasi saat ini berbeda dengan perjuangan para pendahulu dalam merebut kemerdekaan. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk mengusir penjajahan, saat ini masyarakat menghadapi berbagai persoalan seperti kemiskinan, kebodohan, pengangguran, korupsi, narkoba, kepedulian sosial yang menurun, hoaks, hingga kerusakan lingkungan.

Karena itu, perjuangan belum selesai dan setiap orang memiliki medan perjuangan masing-masing, baik di bidang pendidikan, keamanan, perdagangan, usaha maupun lingkungan kerja.

Ia mengajak setiap Muslim untuk tidak hanya bertanya mengenai apa yang diperoleh dalam kehidupan, seperti penghasilan, jabatan, fasilitas maupun keuntungan, tetapi juga mempertanyakan apa yang telah diberikan kepada orang lain. Menurutnya, seorang Muslim harus berupaya menjadi pribadi yang bermanfaat.

Ilmu yang dimiliki dapat dibagikan, pengalaman dapat ditularkan, tenaga dan waktu dapat digunakan untuk membantu sesama, sementara jabatan seharusnya dimanfaatkan untuk mempermudah urusan masyarakat.

Kebaikan itu jangan berhenti pada diri kita sendiri,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa manfaat juga dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, seperti tersenyum, membantu tetangga dan memberikan perhatian kepada orang-orang terdekat.

Bahkan, manfaat tersebut harus dimulai dari lingkungan keluarga dengan memastikan orang tua merasa bahagia, pasangan merasa nyaman, serta anak-anak merasakan rumah sebagai tempat yang aman dan menyenangkan. Setelah keluarga, kepedulian dapat diperluas kepada tetangga dan lingkungan tempat bekerja.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk menjadi manusia yang produktif dan bekerja, bukan hanya berdiam diri. Menjadi Muslim yang bermanfaat juga berarti tidak menjadi sumber kerugian bagi orang lain.

Di tengah kemerdekaan yang telah diwariskan, perjuangan generasi saat ini dapat diwujudkan dengan memperbaiki akhlak, bekerja dengan amanah dan jujur, memberikan manfaat melalui ilmu, tenaga, waktu serta pengalaman, menjaga persaudaraan agar tidak mudah terprovokasi, dan menjaga kepercayaan.

Ahmad Hanafi menambahkan, kemerdekaan bukan sekadar warisan yang dinikmati, melainkan amanah yang harus dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, setiap individu perlu mengisi kemerdekaan dengan kebaikan, produktivitas, kejujuran dan kepedulian.

Dengan demikian, rasa syukur atas kemerdekaan tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan melalui kontribusi nyata untuk keluarga, masyarakat dan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....