Koperasi Merah Putih Didorong Tumbuh Berkelanjutan dan Berikan Manfaat Nyata

  • 30 Jun 2026 18:58 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Koperasi Desa Merah Putih merupakan salah satu program prioritas nasional yang terus dikembangkan pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan usaha bersama yang dikelola secara profesional.

Kepala Bidang Koperasi DPKUKMP Kota Palangka Raya, Yunitha Andrie, mengatakan hingga saat ini telah terbentuk 30 koperasi kelurahan di Kota Palangka Raya, menyesuaikan dengan jumlah kelurahan yang ada. Menurutnya, koperasi tersebut bergerak di berbagai bidang, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok, penyediaan sarana pertanian dan perkebunan, hingga layanan toko obat di bidang kesehatan.

"Kemudian kalau untuk mendukung pertanian dan perkebunan, kooperasi Merah Putih ada yang sudah bekerja dengan beberapa perusahaan untuk pengadaan pupuk-pupuk bersubsidi maupun yang non-subsidi. Kemudian kalau dia di layanan kesehatan, Koperasi Merah Putih juga ada toko obat," katanya, Minggu, 28 Juni 2026.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Sudarsono, menilai pembentukan Koperasi Merah Putih di berbagai desa dan kelurahan masih perlu perencanaan yang lebih matang. Menurutnya, setiap koperasi harus memiliki kejelasan usaha dan potensi pasar agar dapat berkembang serta tidak berhenti beroperasi di kemudian hari.

"Saya itu lebih setuju apabila Koperasi Merah Putih ini dibuat di beberapa tempat yang sekiranya ada kepastian berkembang dulu, jadi secara bertahap, jangan secara sekaligus sampai ke desa-desa. Bayangkan ada desa yang tidak sampai 100 KK dibuat Kooperasi Merah Putih yang tidak jelas mau apa, karena saya sudah bertanya, mau jualan apa nanti, sementara sebesar kooperasi itu pasti ada karyawan, pasti harus digaji karyawan," katanya.

Lebih lanjut, Dosen Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Ahyar Junaedi, mengatakan keberhasilan Koperasi Merah Putih tidak diukur dari banyaknya koperasi yang dibentuk. Menurutnya, yang lebih penting adalah kemampuan koperasi untuk berkembang menjadi lembaga yang sehat, profesional, serta memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat.

"Saya melihat bahwa keberhasilan program ini tidak cukup diukur dari kuantitas atau jumlah banyaknya kooperasi yang berhasil dibentuk. Yang lebih penting menurut saya adalah saat ini bagaimana Koperasi Merah Putih itu mampu tumbuh dan menjadi lembaga yang sehat, profesional dan benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya dan masyarakat," katanya.

Ahyar menambahkan, keberhasilan program juga sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, tata kelola yang transparan dan akuntabel, serta model bisnis yang sesuai dengan potensi wilayah. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital juga menjadi faktor penting agar koperasi mampu bersaing dan berkembang secara berkelanjutan.

Melalui berbagai masukan tersebut, Koperasi Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi program yang berhasil dari sisi jumlah pembentukan, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata. Perencanaan yang matang, pengelolaan yang profesional, serta dukungan seluruh pihak menjadi kunci agar koperasi dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....