Memaknai Peristiwa Hari Asyura

  • 25 Jun 2026 20:54 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya -Hari Asyura bukan sekadar momentum pergantian bulan Hijriyah atau hanya dimaknai dengan pelaksanaan ibadah puasa, tetapi memiliki makna sejarah besar dalam perjalanan umat Islam. Hal tersebut disampaikan M. Raymon Abdalla, S.H., M.H., dalam program Mimbar Agama Islam Pro 1 RRI Palangka Raya, Kamis, 25 Juni 2026.

M. Raymon menjelaskan, salah satu keutamaan puasa Asyura adalah Allah menghapuskan dosa-dosa selama satu tahun yang telah berlalu. Namun lebih dari itu, Asyura juga mengingatkan umat Islam terhadap peristiwa besar Nabi Musa ketika menghadapi kezaliman Firaun.

“Allah menghapuskan dosanya setahun yang telah lewat. Kemudian Asyura bukan hanya tentang momentum identik bersamaan pergantian bulan Hijriyah, bukan hanya tentang puasa, tetapi ada sebuah peristiwa yang terjadi di hari Asyura yaitu peristiwa antara Nabi Musa melawan Firaun,” ujarnya.

Ia menyampaikan, peristiwa Asyura menjadi simbol kemenangan kebenaran atas kezaliman. Firaun yang mengaku sebagai Tuhan dengan kesombongannya akhirnya ditenggelamkan oleh Allah setelah berbagai peringatan dan tanda kebesaran Allah diberikan kepadanya.

Menurutnya, sebelum kehancuran Firaun, Allah telah menunjukkan kekuasaan-Nya melalui berbagai peristiwa. Salah satunya ketika para penyihir yang dikirim Firaun untuk melawan Nabi Musa justru tunduk setelah menyaksikan mukjizat Allah melalui tongkat Nabi Musa yang berubah menjadi ular besar dan mengalahkan sihir mereka.

M. Raymon juga menjelaskan, Firaun tetap mempertahankan kesombongannya meskipun telah menghadapi berbagai tanda kekuasaan Allah. Bahkan ketika terjadi musim paceklik dan kekeringan, Firaun tetap enggan mengakui kebesaran Allah. Hingga akhirnya Nabi Musa bersama para pengikutnya meninggalkan kampung karena dikejar oleh Firaun dan pasukannya.

“Esensi peristiwa Asyura adalah bagaimana Allah menunjukkan bahwa kesombongan, kezaliman, dan kekuasaan manusia tidak akan mampu melawan kehendak Allah . Kemenangan Nabi Musa menjadi pelajaran bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada orang-orang yang beriman,” kata M. Raymon.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....