Mugar Kuburan Tahapan Penting Pelaksanaan Ritual Tiwah Umat Hindu Kaharingan
- 06 Jun 2026 21:31 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Ritual Mugar Kuburan menjadi salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Tiwah, upacara sakral umat Hindu Kaharingan yang bertujuan mengantarkan roh leluhur menuju alam keabadian sesuai kepercayaan masyarakat Dayak Ngaju. Prosesi ini dilakukan dengan membuka kuburan dan mengangkat tulang-belulang leluhur untuk dipersiapkan dalam rangkaian upacara Tiwah.
Pelaksanaan Mugar Kuburan dipimpin oleh rohaniawan Hindu Kaharingan atau yang sering disebut Basir dan dilakukan berdasarkan tata cara agama Hindu Kaharingan. Sebelum proses pengangkatan tulang dilaksanakan, keluarga bersama masyarakat terlebih dahulu melakukan berbagai ritual dan doa sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang akan di-Tiwahkan.
Basir Sika menyampaikan, mugar kuburan merupakan salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Tiwah yang memiliki makna spiritual sangat mendalam bagi umat Hindu Kaharingan. Melalui prosesi ini, keluarga menunjukkan penghormatan dan bakti kepada leluhur dengan mempersiapkan tulang-belulang mereka untuk mengikuti rangkaian Tiwah hingga ditempatkan di Sandung. Jumat, 5 Juni 2026.
"Ritual ini bukan sekadar tradisi adat, tetapi juga bagian dari kewajiban keagamaan Hindu Kaharingan yang mengandung nilai kesucian, kebersamaan, dan penghormatan terhadap perjalanan roh menuju alam keabadian. Kami berharap generasi muda dapat memahami dan terus melestarikan warisan leluhur ini sebagai bagian dari identitas budaya Dayak dan ajaran Hindu Kaharingan," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan tulang-belulang yang telah diangkat kemudian dibersihkan dan ditempatkan sementara untuk selanjutnya mengikuti tahapan ritual berikutnya hingga akhirnya disimpan di dalam Sandung, rumah kecil khusus sebagai tempat persemayaman tulang leluhur. Prosesi ini memiliki makna mendalam sebagai bentuk bakti keluarga kepada orang tua dan leluhur yang telah meninggal dunia.
Melalui pelaksanaan Mugar Kuburan, masyarakat Hindu Kaharingan terus menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat identitas budaya serta menanamkan nilai penghormatan kepada leluhur kepada generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....