Cara Mengelola Emosi dan Menjaga Lisan dalam Islam
- 21 Mei 2026 21:34 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Dalam kehidupan sehari-hari, emosi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari diri manusia. Islam mengajarkan umatnya agar mampu mengelola emosi dengan baik serta menjaga lisan agar tidak menyakiti orang lain maupun menyebarkan keburukan.
Hal tersebut disampaikan oleh Fahmi Umar,SH.I dalam acara Mimbar Agama Islam di Pro1 RRI Palangka Raya, Kamis, 21 Mei 2026.
Fahmi Umar menjelaskan bahwa setiap manusia pasti pernah merasakan sakit, tekanan, maupun penghinaan dalam hidupnya. Namun, Islam mengajarkan agar setiap persoalan dikembalikan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan terus berikhtiar dan bertobat.
“Pada saat seseorang merasa kurang sehat bahkan sakit, maka ia kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan berikhtiar, bertobat, dan mencari obat yang diyakini dapat menyembuhkan. Namun pada akhirnya, hanya Allah yang menentukan takdir manusia,” ujarnya.
Ia menegaskan, hadirnya Islam tidak menghilangkan rasa emosi dalam diri manusia. Akan tetapi, Islam mengajarkan bagaimana mengelola emosi sesuai situasi dan kondisi yang tepat.
“Emosi tidak selalu identik dengan kekerasan atau tindakan kriminal. Emosi juga bisa membangkitkan motivasi, kekuatan, dan semangat apabila ditempatkan dengan benar,” katanya.
Menurutnya, ketika seseorang merasa tertekan atau direndahkan, secara psikologis akan muncul respons untuk melawan atau mempertahankan diri. Namun, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa orang hebat bukanlah yang kuat secara fisik, melainkan yang mampu mengendalikan diri saat marah.
“Orang yang hebat itu bukan yang kuat bergulat atau mampu menjatuhkan orang lain secara fisik, tetapi orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah,” ucap Fahmi.
Ia menambahkan, kemampuan mengelola emosi harus dipelajari secara bertahap. Kesabaran bukan berarti membiarkan diri dizalimi, tetapi menjadi benteng agar seseorang tidak melakukan perbuatan yang melanggar aturan agama.
| Baca juga: Cara Memperkuat Keimanan dalam Islam |
Selain mengelola emosi, Fahmi Umar juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan. Menurutnya, lisan menjadi salah satu cerminan keimanan dan ketakwaan seseorang kepada Allah SWT.
“Allah dalam Al-Qur’an mengingatkan agar kita berbicara yang benar. Orang-orang yang beriman dan bertakwa adalah mereka yang berkata benar, tidak menyebarkan fitnah, hoaks, dan tidak menyakiti orang lain,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa semakin seseorang menjaga lisannya, maka semakin tinggi pula tingkat keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.“Sebagai muslim, kita harus menjaga lisan agar tidak menyinggung dan menyakiti orang lain. Itulah ciri seorang muslim yang baik,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....