Cara Memaknai Jalur Rezeki dalam Islam
- 18 Mei 2026 07:20 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Jalur rezeki dalam Islam tidak hanya terbatas pada harta semata, namun mencakup berbagai bentuk kebaikan dan amal. Hal ini menjadi tema pembahasan dalam program Mutiara Pagi, Pro 1 RRI Palangka Raya, Senin, 18 Mei 2026.
H.M. Ansori, Sos.I., M.Pd., dalam siaran tersebut menjelaskan, “Jalur rezeki itu bukan hanya harta. Salah satunya adalah sedekah yang diberikan kepada orang. Padahal, secara hakikat, harta yang kita keluarkan itu bukan berkurang, tapi malah menjadi berkah" ucapnya.
"Seperti kisah sahabat Nabi, Abdurrahman bin Auf, yang menghabiskan hartanya untuk memborong kurma busuk. Para sahabat mengira ia miskin, namun ternyata usahanya diborong oleh raja Ampat dengan keuntungan sepuluh kali lipat” ujarnya.
| Baca juga: Syarat agar Khusyuk dalam Shalat |
Ansori menambahkan, ada beberapa jalur rezeki dalam Islam, yaitu sedekah, silaturahmi, takwa, doa, berikhtiar, dan istigfar. Sri Hera Hartawan , narasumber yang turut hadir juga menekankan pentingnya doa sebagai sarana memohon rezeki kepada Allah.
“Orang yang tidak mau berdoa sama dengan orang yang sombong. Ia seolah-olah melebihi kuasa Allah, padahal semuanya datang dari Allah", katanya.
"Dengan berdoa, rezeki dan kesuksesan kita akan lancar. Selain itu, salat dhuha juga dianjurkan, sebagaimana hadis riwayat Ahmad, Abu Daud, dan Aqil, yang menyebutkan agar tidak meninggalkan empat rakaat salat di awal siang," ujarnya.
| Baca juga: Memahami Ujian Kehidupan dalam Islam |
Salat dhuha tidak hanya melancarkan rezeki, tetapi juga setara dengan pahala umrah,” ujar Hera. Sementara itu, narasumber dari UMP ,Umi Solihah menyoroti pentingnya silaturahmi.
“Dalam riwayat hadis Bukhari dan Muslim disebutkan, siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah menyambung tali silaturahmi. Silaturahmi tidak hanya berkunjung, tetapi juga menjalin komunikasi, bertutur kata, dan berbagi ilmu" ucapnya.
Hal ini memperluas jaringan dan membuka peluang rezeki, baik dalam bisnis maupun pekerjaan. Umi juga mengutip firman Allah dalam Surah At-Talaq ayat 2-3: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupi keperluannya.”
Pembahasan dalam Mutiara Pagi menekankan bahwa rezeki dalam Islam bersifat luas. Jalur yang tidak hanya terbatas materi, namun juga dapat diperoleh melalui ketaatan, doa, sedekah, silaturahmi, dan usaha yang ikhlas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....