Cara Bersabar dan Bertawakal dalam Islam

  • 21 Apr 2026 06:07 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya -Dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia tidak pernah lepas dari ujian. Hal ini disampaikan oleh Ahmad Hanafi, S.E.I., M.E dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Palangka Raya, Selasa, 21 April 2026.

Menurut Ahmad Hanafi, ujian kehidupan kerap datang dari lingkaran terdekat, seperti pasangan hidup, anak, maupun keluarga. “Kalau ada problem pasangan hidupnya, masalah keluarga baik anak, istri, suami, ini yang paling terasa. Karena ini berasal dari lingkungan kehidupan kita sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, ujian juga bisa hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari ekonomi, pertemanan, keluarga, hingga kesehatan. Namun, hal tersebut bukan tanda kebencian Allah kepada hamba-Nya. “Itu semua bukan berarti Allah benci kepada kita, tapi tanda Allah sedang mendidik kita,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya memahami konsep sabar dan tawakal dengan benar. Tawakal, kata dia, bukan berarti pasrah tanpa usaha. “Jangan salah memahami tawakal. Ada yang bilang saya tawakal, tidak usah kerja. Ini salah. Ikat dulu urusan, maksudnya ada usaha untuk mencapai kesuksesan, baru kita bertawakal,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam Islam, usaha harus didahulukan sebelum berserah diri kepada Allah SWT. Seseorang tetap harus bekerja, belajar, dan berikhtiar, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah.

“Hidup ini tidak akan pernah tanpa masalah. Orang miskin diuji dengan kekurangan, orang kaya diuji dengan hartanya, orang sukses diuji dengan kesombongan, dan orang alim diuji dengan ilmunya,” ujarnya.

Ahmad Hanafi juga mengutip firman Allah SWT bahwa siapa yang bertakwa, maka Allah akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Ia menekankan bahwa rezeki tidak selalu bisa dijangkau dengan logika manusia semata.

Dengan bersabar dan bertawakal, seseorang akan merasakan ketenangan dalam menjalani hidup. “Kalau kita bersabar dan bertawakal, hati menjadi tenang, hidup terasa lebih ringan, dan rezeki pun menjadi lebih berkah,” ucapnya.

Di akhir tausiyahnya, ia mengajak umat Islam untuk memulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan. Mulai dengan berdo'a, memperbanyak syukur, memperbaiki ibadah seperti zikir dan salat, serta terus mendekatkan diri kepada Allah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....