Perayaan HUT ke-46 Integrasi Kaharingan–Hindu tahun 2026

  • 20 Apr 2026 07:10 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 integrasi Kaharingan ke dalam agama Hindu menjadi momentum penting bagi umat untuk merefleksikan perjalanan sejarah sekaligus memperkuat komitmen dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan spiritual warisan leluhur.

Integrasi Kaharingan ke dalam Hindu yang terjadi pada tahun 1980 merupakan tonggak penting dalam pengakuan dan pembinaan kepercayaan lokal masyarakat Dayak. Sejak saat itu, ajaran Kaharingan yang sarat dengan nilai kearifan lokal, adat istiadat, dan penghormatan terhadap alam, terus berkembang dalam bingkai ajaran Hindu.

Ketua Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan (MBA-HK) Pusat Palangka Raya menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya menjaga jati diri budaya di tengah perkembangan zaman. Ia menegaskan, nilai-nilai Kaharingan seperti keharmonisan dengan alam, kebersamaan, dan penghormatan terhadap leluhur harus terus diwariskan kepada generasi muda. Minggu, 19 april 2026.

“Integrasi ini adalah bentuk penguatan, bukan penghilangan identitas. Justru melalui momentum ini, kita mempertegas eksistensi Kaharingan sebagai warisan luhur yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Perayaan HUT ke-46 ini diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti persembahyangan Basarah ASN, TNI, Polri dan dirangkai dengan Dialog Interaktif 3P (Pansanan-Pampeteh-Paisek) bersama para pemuka Agama Hindu. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai warisan leluhur.

Di tengah arus modernisasi, tantangan terbesar adalah menjaga minat generasi muda agar tetap terhubung dengan tradisi. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam penyampaian nilai-nilai Kaharingan, termasuk melalui media digital dan pendidikan berbasis budaya.

Peringatan ini diharapkan menjadi penguat identitas budaya sekaligus mempererat persatuan umat, sehingga ajaran Kaharingan dalam naungan Hindu dapat terus lestari dari generasi ke generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....