Makna Menjaga Hati dalam Islam

  • 16 Apr 2026 19:10 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Menjaga hati merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan seorang Islam, terutama di tengah tantangan zaman modern yang penuh godaan. Hal ini disampaikan oleh Nur Azizah, SH.I dalam acara Mimbar Agama Pro1 RRI Palangka Raya, Kamis, 16 April 2026.

Dalam tausiyahnya, Nur Azizah mengajak para pendengar untuk merenungkan kondisi hati masing-masing. “Apakah hati kita masih tersentuh melihat penderitaan orang lain, atau justru mulai mengeras, mudah marah, bahkan sulit untuk bersyukur,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ada beberapa penyakit hati yang umum terjadi saat ini. Salah satunya adalah riya, yaitu keinginan untuk dipuji.

Di era media sosial, menurutnya, seseorang mudah melakukan sesuatu bukan karena Allah, melainkan agar dilihat oleh orang lain. Ibadah kerap dipamerkan, kebaikan diumumkan, bahkan sedekah pun ingin diketahui banyak orang.

“Jika hati kita bergantung pada manusia, maka kita akan mudah kecewa. Namun jika hati bergantung pada Allah, kita akan selalu merasa cukup,” ucapnya.

Selain riya, ia juga menyoroti bahaya kebiasaan melakukan dosa kecil. Awalnya seseorang merasa bersalah saat berbohong, melihat hal yang tidak pantas, atau berkata kasar.

Namun jika terus diulang, hati akan menjadi kebal dan menganggap dosa sebagai hal biasa. Kondisi ini disebut sebagai matinya kepekaan hati.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga hati dengan sungguh-sungguh. Salah satu caranya adalah dengan selalu bertanya pada diri sendiri sebelum melakukan sesuatu: apakah ini dilakukan karena Allah atau demi penilaian manusia.

Langkah berikutnya adalah membatasi konsumsi hal yang tidak bermanfaat. Tidak semua yang dilihat dan didengar baik untuk hati, sehingga perlu selektif dalam memilih tontonan, bacaan, dan lingkungan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah.

Ia juga mengingatkan bahwa manusia tidak luput dari dosa, sehingga penting untuk memperbanyak istighfar agar hati senantiasa dibersihkan dan diingatkan untuk kembali kepada Allah.

Terakhir, Nur Azizah menekankan pentingnya bersyukur. Dengan fokus pada apa yang dimiliki, bukan pada apa yang belum dicapai, rasa syukur akan membuat hati menjadi lebih lapang dan tenang dalam menjalani kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....