Cara agar Amal Kebaikan Diterima dalam Islam

  • 14 Apr 2026 05:27 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Palangka Raya, Selasa, 14 April 2026, Ahmad Hanafi, S.E.I., M.E., menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya memahami syarat diterimanya amal kebaikan dalam Islam.

Ia menjelaskan bahwa ada dua syarat utama agar suatu amal diterima oleh Allah SWT. “Syarat yang pertama dan ini berkaitan dengan hati, tidak terlihat, yaitu niat.

Niat dalam hati hanya dia dan Tuhan yang tahu,” ujarnya.Lebih lanjut, Ahmad Hanafi menegaskan bahwa keikhlasan menjadi inti dari niat tersebut.

Amal yang dilakukan tanpa niat yang benar, tidak akan memiliki nilai di sisi Allah SWT, meskipun secara lahiriah terlihat baik. Sementara itu, syarat kedua adalah kesesuaian amal dengan ketentuan syariat Islam.

“Yang kedua adalah sesuai dengan ketentuan syariat agama Islam, untuk yang taat kepada Allah, dan sumbernya yaitu dari sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, berdasarkan Al-Qur’an dan hadis,” ucapnya. Ia juga menyinggung perkembangan zaman yang menghadirkan berbagai persoalan baru, seperti praktik jual beli online yang tidak dikenal pada masa dahulu.

Menurutnya, hal-hal baru seperti ini memerlukan ijtihad ulama. “Dulu tidak ada jual beli online, sekarang ada, yang menjadi kebutuhan baru yang kemudian dibahas dan ditetapkan hukumnya oleh para ulama, seperti melalui fatwa MUI di Indonesia,” ujarnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, Ahmad Hanafi mengingatkan bahwa masih banyak umat Islam yang belum konsisten dalam menjalankan kewajiban, seperti salat lima waktu yang sering terlewat atau tidak sempurna. Ia menekankan pentingnya memperbaiki kualitas ibadah, termasuk melengkapi kekurangan yang ada.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa dalam menghadapi perbedaan pendapat di kalangan ulama, hal tersebut adalah sesuatu yang wajar. Namun yang menjadi kesalahan adalah ketika seseorang meninggalkan syariat dan hanya mengikuti kebiasaan tanpa dasar agama.

“Yang salah itu ketika dia tidak melaksanakan syariat agama, kemudian amalan itu hanya berdasarkan kebiasaan,” katanya menegaskan. Ia juga memaparkan ciri-ciri amal yang diterima, di antaranya dilakukan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah , sesuai dengan tuntunan Rasulullah, serta dilakukan dengan niat yang benar.

Orang yang amalnya diterima, lanjutnya, tidak mudah kecewa dan tetap istiqamah dalam beribadah. “Ciri-cirinya, dia tidak hanya semangat di awal, tapi konsisten serta ada perubahan dalam akhlak dan kehidupannya, itu terlihat,” ucapnya.

Di akhir tausiyah, Ahmad Hanafi mengajak masyarakat untuk terus memperbaiki niat, menambah ilmu, serta memastikan setiap amal yang dilakukan memiliki dasar dalil yang jelas agar tidak menyimpang dari ajaran Islam. Ia menekankan bahwa istiqamah dan kesesuaian dengan sunnah menjadi kunci utama diterimanya amal kebaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....