Makna Istiqomah setelah Ramadan
- 01 Apr 2026 09:11 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Momentum Ramadan menjadi ajang peningkatan kualitas ibadah bagi umat Islam. Namun, tantangan sesungguhnya justru hadir setelah bulan suci berakhir, yakni bagaimana menjaga konsistensi atau istiqomah dalam beramal.
Dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Palangka Raya, Selasa, 31 Maret 2026, Ahmad Hanafi, S.E.I., M.E menekankan pentingnya melanjutkan kebiasaan baik yang telah dibangun selama Ramadan.Ia menyampaikan bahwa amalan yang dilakukan selama Ramadan seharusnya tidak berhenti begitu saja.
“Jika aktif di bulan Ramadan, diharapkan tetap dilanjutkan, walaupun sedikit, Insya Allah itu tetap memotivasi,” ujarnya. Menurutnya, istiqomah juga berarti menjaga diri dari kembali ke lingkungan atau kebiasaan yang dapat menjerumuskan pada maksiat.
“Kalau diri sudah dibentuk selama Ramadan, jangan kembali lagi ke tempat-tempat yang mengundang maksiat,” ujarnya. Lebih lanjut, Ahmad Hanafi menjelaskan bahwa dalam Islam, amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun kecil. Hal ini berlaku dalam berbagai bentuk ibadah, termasuk sedekah.
“Bukan besar kecilnya nominal, tetapi konsistensinya. Kalau tidak bisa setiap hari, bisa seminggu sekali, misalnya hari Jumat. Kalau belum mampu, sebulan sekali saat menerima gaji, yang penting istiqomah,” katanya.
Ia juga mengutip pandangan ulama bahwa salah satu tanda diterimanya ibadah Ramadan adalah tetap terjaganya amal setelahnya. Misalnya, seseorang yang tetap melaksanakan salat malam meski tidak lagi berada di bulan Ramadan.
| Baca juga: Syarat agar Khusyuk dalam Shalat |
“Orang-orang terdahulu tidak hanya memikirkan apakah amalnya diterima atau tidak, tetapi mereka melihat bagaimana kondisi ibadahnya setelah Ramadan, apakah tetap istiqomah atau tidak,” katanya. Sebaliknya, ia mengingatkan bahwa kembali kepada perbuatan maksiat setelah Ramadan dapat menjadi tanda kerugian.
Ia mengibaratkan hal tersebut seperti membangun rumah, namun kemudian meruntuhkannya sendiri.“Seperti orang yang membangun rumah, lalu ia sendiri yang merobohkannya, maka sia-sia amal yang telah dibangun,” ujarnya.
Untuk menjaga istiqomah, ia menyarankan agar umat Islam senantiasa berdoa memohon kekuatan kepada Allah. Salah satu doa yang dapat dipanjatkan adalah agar dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya serta diberikan keteguhan hati.
Dengan demikian, semangat Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan. Akan tetapi sepatutnya mampu membentuk kebiasaan ibadah yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....