Makna Amalan Hati dalam Islam
- 30 Mar 2026 06:32 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Amalan hati dalam Islam menjadi salah satu aspek penting yang sering kali luput dari perhatian umat Islam. Hal ini disampaikan oleh H. M. Ansori, dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Palangka Raya, Senin, 30 Maret 2026.
Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa amalan zahir atau yang tampak, seperti gerakan salat, belum tentu mencerminkan kualitas ibadah seseorang secara utuh. “Amalan-amalan yang zahir itu ada yang ternyata lalai dari amalan hati," ucapnya.
Betapa banyak orang yang gerakan salatnya 100 persen sama seperti gerakan salat Nabi, tetapi belum tentu mereka menghadirkan kebutuhan hati dalam salatnya. Ia mengutip sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, bahwa seseorang bisa saja menyelesaikan salatnya, namun pahala yang dicatat hanya sebagian kecil, seperti seperdelapan, seperenam, atau seperempat saja.
Hal ini menunjukkan bahwa kualitas salat sangat dipengaruhi oleh kekhusyukan dan kehadiran hati.Lebih lanjut, ia mengutip pendapat ulama Al-Munawi rahimahullah yang menyatakan bahwa perbedaan pahala salat terjadi karena perbedaan tingkat kekhusyukan, kebutuhan hati, dan pemahaman terhadap bacaan dalam salat.
| Baca juga: Memahami Ujian Kehidupan dalam Islam |
Menurutnya, amalan hati berkaitan erat dengan kondisi keimanan seseorang. Meski ilmu telah dimiliki, dalam praktiknya manusia kerap mengalami penurunan iman yang berdampak pada kualitas ibadah. Oleh karena itu, menjaga hati agar tetap tenang dan dekat dengan Allah menjadi hal yang sangat penting.
“Supaya hati ini enak, tenang, dan jauh dari kegelisahan, jangan lupa untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, serta mengerjakan amalan-amalan sunah,” katanya. Ia juga mengingatkan bahwa ketika hati dilanda kegelisahan, solusi terbaik bukanlah mencari hiburan di tempat keramaian, melainkan kembali mendekatkan diri kepada Allah.
“Obat yang paling mujarab adalah memperbanyak amalan hati, seperti tidak sombong, ridha terhadap ketentuan Allah, bersabar, dan berprasangka baik kepada-Nya,” ujarnya. Melalui kajian ini, masyarakat diharapkan tidak hanya fokus pada aspek lahiriah ibadah, tetapi juga memperkuat amalan hati sebagai inti dari kedekatan kepada Allah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....