Umat Hindu di Palangka Raya Gelar Upacara Melasti jelang Hari Suci Nyepi 2026
- 16 Mar 2026 21:58 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Menjelang perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 tahun masehi 2026, umat Hindu di Kota Palangka Raya melaksanakan upacara Melasti sebagai rangkaian penyucian diri dan alam semesta. Ritual sakral ini dilaksanakan dengan khidmat oleh umat Hindu di kawasan tempat ibadah dan sumber air suci sungai Kahayan, sebagai simbol pembersihan lahir dan batin sebelum memasuki Hari Raya Nyepi.
Upacara Melasti diawali dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh pemuka agama Hindu. Dalam prosesi tersebut, umat membawa berbagai sarana upacara seperti sesajen, bunga, serta air suci yang digunakan dalam ritual penyucian. Melasti memiliki makna mendalam sebagai upaya membersihkan segala kekotoran diri maupun lingkungan agar tercipta keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Rektor Institut agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Dr. Mujiyono, S.Ag., M.Ag menjelaskan bahwa Melasti bukan hanya ritual keagamaan semata, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan diri serta memperkuat nilai-nilai harmoni dengan alam. Melalui ritual ini, umat diingatkan untuk menjaga kesucian lingkungan sebagai bagian dari kehidupan spiritual. Senin, 16 Maret 2026.
“Melasti bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sarana pembelajaran tentang keseimbangan hidup. Umat diajak untuk membersihkan diri secara lahir dan batin serta menumbuhkan kesadaran menjaga alam sebagai bagian dari kehidupan spiritual,” ujarnya.
| Baca juga: Cara Menghadapi Ujian Hidup dalam Islam |
Selain sebagai tradisi religius, pelaksanaan Melasti juga memperlihatkan kebersamaan umat dalam melestarikan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal. Prosesi yang berlangsung tertib dan penuh khidmat tersebut diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari orang tua hingga generasi muda dan anak-anak.
Upacara Melasti menjadi salah satu tahapan penting sebelum perayaan Hari Raya Nyepi, yang nantinya dilanjutkan dengan rangkaian ritual lainnya seperti Tawur Kesanga dan puncaknya Catur Brata Penyepian. Melalui rangkaian tersebut, umat Hindu diharapkan dapat memasuki Tahun Baru Saka dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, serta kehidupan yang lebih harmonis dengan sesama dan alam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....