Pemkab Kobar Siap Fasilitasi UM di Pangkalan Bun
- 07 Mar 2026 13:18 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terkait pelaksanaan pembangunan Universitas Muhammadiyah di Pangkalan Bun. Audiensi tersebut disambut langsung oleh Wakil Bupati Kobar, Suyanto, SH., MH., di Kantor Bupati Kobar, Selasa 3 Maret 2026.
Audiensi dipimpin oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah, Prof. Dr. H. Ahmad Syar'i, M.Pd dan jajaran, bersama Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P dan jajaran, dan Ketua PDM Lamandau, M. Teguh Ciptadi, serta Ketua PDM Sukamara, M. Rizky Pratama yang menyatakan dukungan terhadap pengembangan kampus Muhammadiyah di wilayah barat Kalimantan Tengah tersebut.
“Kami melakukan audiensi ini dalam rangka pelaksanaan pembangunan Universitas Muhammadiyah di Pangkalan Bun, dengan menyiapkan fakultas kedokteran dan fakultas kedokteran gigi sebagai fakultas unggulan. Kobar saat ini berada pada posisi kedua sebagai wilayah terdepan di Kalimantan Tengah, hal ini lah menjadi harapan kita agar Pangkalan Bun bisa menjadi kota tujuan pendidikan setelah Palangka Raya. Ini menjadi potensi besar yang harus kita tangkap bersama,” ujar Rektor UMPR.
“Dengan hadirnya kampus Muhammadiyah di Pangkalan Bun, anak-anak kita tidak perlu jauh ke luar daerah. Orang tua pun akan merasa lebih nyaman,” ujarnya.
Terlebih menurutnya, potensi daerah seperti Taman Nasional Tanjung Puting dapat menjadi laboratorium alam berskala besar yang mendukung pengembangan akademik dan riset.
“Tanjung Puting adalah laboratorium besar. Ini bisa menjadi acuan untuk pengembangan laboratorium bertaraf internasional yang akan mendukung fasilitas fakultas kedokteran dan kedokteran gigi nantinya,” katanya.
Ia juga membuka peluang pengembangan Klinik PKU Muhammadiyah Pangkalan Bun sebagai Rumah Sakit Pendidikan Muhammadiyah sebagai bagian dari ekosistem pendidikan dan layanan kesehatan di Kobar.
Yusuf menyebutkan kehadiran kampus Muhammadiyah di Pangkalan Bun diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Masyarakat, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat agar tidak perlu melanjutkan studi ke luar daerah.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyambut baik audiensi ini, ia menyatakan kesiapan Pemkab Kobar untuk memfasilitasi rencana pengembangan Universitas Muhammadiyah (UM) di Pangkalan Bun. Wakil Bupati Kobar, Suyanto, menyampaikan bahwa kehadiran kampus Muhammadiyah akan memperkuat posisi Kobar sebagai salah satu kota tujuan pendidikan di Kalimantan Tengah. Hal ini sejalan dengan sejalan dengan semangat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa Kalimantan Tengah merupakan Harapan Baru Indonesia.
“Ini sejalan dengan program Bupati Kobar dalam meningkatkan indeks pembangunan masyarakat. Dari segi tempat, kami menyarankan agar disiapkan lahan yang lebih luas untuk pengembangan jangka panjang. Berat akan terasa ringan jika dijalani setapak demi setapak,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan jika mampu memanfaatkan momentum ini, bukan tidak mungkin Universitas Muhammadiyah Pangkalan Bun akan menjadi salah satu ikon pendidikan baru yang membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di Kalimantan Tengah, khususnya di wilayah barat yang terus bertumbuh.