Dayak Opera, Upaya Kenalkan Identitas Dayak ke Panggung Dunia

  • 27 Feb 2026 10:36 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Budaya Dayak dikenal sangat kaya akan nilai, tradisi, dan seni pertunjukan. Namun, promosi budaya Dayak ke kancah internasional dinilai masih belum maksimal.

Hal tersebut disampaikan Sutradara Dayak Opera, Arbendi I Tue, dalam program Pesona Budaya Borneo bertema “Identitas Dayak dalam Seni Pertunjukan” di PRO 4 RRI Palangka Raya, Rabu, 25 Februari 2026.

“Kami menyadari bahwa Dayak itu sangat kaya. Hanya selama ini Dayak itu kita tidak berhasil menjual Dayak itu ke mata dunia. Yang berhasil menjual Dayak ke mata dunia selama ini adalah Malaysia. Makanya kami mencoba meramu sebuah seni pertunjukan yang merupakan pertunjukan dunia, yaitu opera. Opera itu adalah pertunjukan elit di dunia. Di Italia sangat terkenal karena memang opera berasal di sana," katanya.

Arbendi mencontohkan sejumlah seni pertunjukan dunia seperti opera dari Italia, pertunjukan Broadway di Inggris dan Amerika Serikat, Peking Opera dari Tiongkok, serta Kabuki dari Jepang sebagai inspirasi lahirnya Dayak Opera.

Arbendi mengatakan Dayak Opera mengangkat cerita-cerita Dayak, budaya-budaya Dayak, bahkan nyanyian dan tarian Dayak, sehingga menjadi lebih menarik untuk generasi muda dan masyarakat dunia. Ia berharap dengan cerita yang diangkat tercipta identitas bahwa Dayak itu beradab, berbudaya, bukan seperti selama ini dipandang dunia sebagai the head hunters.

Menurutnya, seni pertunjukan tradisional Dayak sejatinya telah tumbuh dan hidup bersama masyarakat sejak dahulu. Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kerja sama, patriotisme, serta kearifan lokal lainnya.

Namun, tidak semua masyarakat memahami makna mendalam dari seni pertunjukan tradisional tersebut. Banyak yang hanya menikmati keindahannya secara visual tanpa benar-benar mengerti pesan budaya yang terkandung di dalamnya. Karena itu, diperlukan terobosan baru untuk mengemas kembali seni tradisional agar lebih mudah dipahami, terutama oleh generasi muda dan masyarakat internasional.

Ia menegaskan, melalui Dayak Opera, identitas Dayak dapat ditampilkan secara lebih modern tanpa meninggalkan akar budayanya. Kalimantan yang dikenal dengan sebutan Borneo pun diharapkan semakin dikenal dunia, tidak hanya karena kekayaan alamnya, tetapi juga karena kekayaan seni dan budayanya yang terus dilestarikan. (Celine Goevanny)

Rekomendasi Berita