HBKN 2026 Kalteng, Intervensi Harga dengan GPM

  • 18 Feb 2026 14:46 WIB
  •  Palangkaraya

‎RRI.CO.ID, Palangka Raya : Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Agus Chandra, menegaskan dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional 2026, pihaknya rutin menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), tidak hanya di Kota Palangka Raya, tapi juga di beberapa kabupaten.

‎GPM ini bertujuan untuk mengintervensi harga kebutuhan pokok yang cenderung mengalami kenaikan pada saat hari besar keagamaan. Selain itu, melalui GPM, membuktikan bahwa pemerintah hadir di tengah tengah masyarakat dalam hal meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

‎"Disamping yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, untuk kebupaten dan kota yang ikut berpartisipasi pelaksanaan kegiatan GPM itu ada delapan kebupaten dan satu kota," ucapnya, Selasa 17 Februari 2026.

‎Sementara itu, moment Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau 17 Februari 2026 Masehi, sejumlah harga kebutuhan pokok terpantau masih tinggi. Seperti harga Ayam Potong, perkilogramnya menyentuh Rp45 ribu. Sedangkan harga Cabai di kisaran Rp90 ribu.

‎Menurut pengakuan para pedagang, harga ini sudah sejak beberapa pekan lalu. Bahkan harga Cabai sempat tembus di harga Rp120 ribu perkilogramnya.

‎Meskipun terjadi lonjakan harga, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan, ketersediaan bahan pokok di pasar masih aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga warga tidak perlu panik dan berbelanja secukupnya saja.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....