Penguatan Ekonomi Biru, Dislutkan dan OJK Kalteng Bahas Shrimp Estate
- 26 Jan 2026 21:33 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan rencana implementasi Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) dan Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang terintegrasi. Ini guna memperluas akses serta pemanfaatan layanan keuangan, khususnya pada sektor kelautan dan perikanan.
Hal tersebut disampaikan saat Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah menerima audiensi OJK di ruang kerja Kepala Dislutkan, Jumat, 23 Januari 2026. Audiensi ini dilaksanakan dalam rangka mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita ke-2 tentang penguatan ekonomi biru dan Asta Cita ke-6 terkait pemerataan ekonomi.
Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. “Melalui implementasi Pengembangan Ekonomi Daerah dan penguatan Ekosistem Keuangan Inklusif, OJK berupaya memperluas akses layanan keuangan serta mendukung pengembangan kawasan shrimp estate yang terintegrasi, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dislutkan Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Widanarni, menyampaikan bahwa pengembangan sektor kelautan dan perikanan di wilayah pesisir merupakan salah satu program strategis Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran. Oleh karena itu, kolaborasi dengan OJK dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembangunan sektor tersebut.
“Pengembangan sektor kelautan dan perikanan tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi dengan lembaga jasa keuangan agar pelaku usaha, nelayan, dan pembudidaya memiliki akses pembiayaan yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Salah satu fokus utama pembahasan dalam audiensi tersebut adalah pengembangan kawasan shrimp estate yang disinergikan dengan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan dan pembudidaya, sekaligus memperkuat ekosistem pembiayaan sektor kelautan dan perikanan.
Sri Widanarni menambahkan, Kalimantan Tengah memiliki komoditas unggulan berorientasi ekspor, salah satunya udang vaname, yang perlu didukung melalui penguatan rantai nilai dan pembiayaan. “Kami berharap kolaborasi ini dapat mendorong pengembangan udang vaname sebagai komoditas unggulan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” katanya.
Melalui audiensi ini, Dislutkan Provinsi Kalimantan Tengah dan OJK sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi program guna mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (MMC Kalteng)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....