Arus Mudik Angka Kecelakaan Turun, Polda Kalteng Tingkatkan Keamanan Arus Balik

  • 26 Mar 2026 18:18 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Selama arus mudik lebaran 1447 Hijriah Polda Kalimantan Tengah mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas jika dibandingkan tahun lalu. Namun, pengawasan ketat tetap diperkuat menjelang gelombang arus balik.

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Dirlantas Kombes Pol Yusep Dwi Prastiya mengungkapkan, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan satu kasus. Dari 30 kejadian pada 2025, turun menjadi 29 kejadian pada tahun ini.

"Ini kabar baik. Secara umum jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan. Artinya, upaya pengamanan yang kami lakukan cukup efektif," ujar Kombes Pol Yusep, Kamis, 26 Maret 2026.

Menurut hasil analisis dan evaluasi (anev) Polda Kalteng, penurunan angka kejadian ini tak lepas dari pendekatan preemtif dan preventif yang gencar dilakukan jajaran kepolisian selama Operasi Ketupat Telabang 2026 dengan memberikan Edukasi kepada pemudik serta pengawasan ketat di titik-titik rawan menjadi kunci keberhasilan operasi tahun ini.

"Langkah-langkah pengamanan, termasuk edukasi kepada masyarakat, berjalan cukup efektif dalam menekan potensi kecelakaan," ujar Kombes Pol Yusep.

Dari sisi korban, terdapat dinamika yang menarik perhatian. Korban luka ringan meningkat cukup signifikan, dari 26 orang pada 2025 menjadi 61 orang tahun ini. Namun, peningkatan ini justru mengindikasikan bahwa sebagian besar kecelakaan bersifat tidak fatal.

Di sisi lain, data menunjukkan jumlah korban meninggal dunia naik dari 9 orang menjadi 14 orang. Angka ini menjadi catatan penting bagi kepolisian untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan, terutama menjelang arus balik yang diperkirakan akan lebih padat.

"Kami terus melakukan evaluasi untuk menekan fatalitas korban. Pengawasan di titik rawan akan diperkuat, dan kesiapsiagaan personel terus ditingkatkan," kata Kombes Pol Yusep.

Operasi Ketupat Telabang 2026 juga mencatat peningkatan drastis dalam penegakan hukum. Jumlah teguran kepada pengendara yang melanggar naik lebih dari dua kali lipat, dari 5.039 kasus menjadi 11.869 kasus. Total tindakan kepolisian mencapai 11.683 selama operasi berlangsung.

Lonjakan angka ini mencerminkan intensitas pengawasan yang jauh lebih tinggi di lapangan. Strategi ini diambil untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dan mencegah pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan.

"Angka penegakan hukum yang tinggi ini adalah bukti kami serius mengawasi jalanan. Bukan untuk menindak, tapi untuk melindungi," kata Kombes Pol Yusep.

Memasuki fase arus balik, Polda Kalteng berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pengawasan. Personel akan disiagakan di sejumlah titik rawan dan rest area untuk memastikan perjalanan pemudik kembali berjalan lancar dan aman.

"Kami akan terus mengoptimalkan pengawasan pada arus balik, agar situasi tetap aman, tertib, dan angka kecelakaan dapat terus ditekan," ucap Kombes Pol Yusep.

Dengan capaian positif di masa mudik ini, Polda Kalteng optimistis dapat menjaga keamanan hingga operasi berakhir. Masyarakat juga diminta tetap disiplin dan waspada selama perjalanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....